Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Balik Manfaat Bariatrik, Ada 'Efek Samping' Pola Makan yang Berubah Permanen

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 12:48 WIB | Oleh:
Di Balik Manfaat Bariatrik, Ada 'Efek Samping' Pola Makan yang Berubah Permanen Doc: ANTARA/yds
Ket. Konsultan Bedah Digestif Eka Hospital BSD, dr. Handy Wing dan Prasasti Hikmah yang menjalani operasi bariatrik pada tahun 2023 setelah berjuang dengan berat badan 110 kilogram.

TANGERANG – Metode bariatrik atau operasi penurunan berat badan menjadi solusi efektif bagi kasus obesitas ekstrem, terbukti mampu menurunkan berat badan signifikan serta memperbaiki berbagai kondisi kesehatan seperti risiko jantung, kolesterol, gula darah, hingga tekanan darah.

Namun, di balik manfaat besar itu, metode ini membawa konsekuensi berupa perubahan pola makan yang bersifat permanen.

Konsultan Bedah Digestif Eka Hospital BSD, dr. Handy Wing, menjelaskan bariatrik bekerja dengan membatasi kapasitas lambung atau mengurangi penyerapan kalori. Ia mengakui banyak pasien melaporkan peningkatan kualitas hidup dan kepercayaan diri setelah berhasil mencapai berat badan ideal.

"Ternyata dari hasil penelitian menunjukkan jika metode bariatrik bisa mengatasi berbagai kondisi kesehatan," kata dr. Handy Wing pada Selasa (6/5). Namun, ia juga menekankan aspek krusial lainnya.

"Yang terpenting adalah dia harus siap dengan jumlah makanan yang dikonsumsi berkurang selama hidupnya. Sebab ukuran lambung sudah dikurangi dari umumnya," tegas dr. Handy, menjelaskan bahwa kesiapan mental untuk perubahan pola makan seumur hidup adalah syarat mutlak bagi kandidat bariatrik.

Hal ini dialami langsung oleh salah satu pasiennya, Prasasti Hikmah, yang menjalani operasi bariatrik pada tahun 2023 setelah berjuang dengan berat badan 110 kilogram.

"Sekarang berat badan 65 kilogram. Makan hanya tiga hingga empat sendok makan saja tetapi sudah terasa kenyang, karena daya tampung lambung yang hanya terbatas setelah menjalani bariatrik," cerita Prasasti.

Perubahan drastis dalam porsi makan ini merupakan "efek samping" utama dari prosedur bariatrik yang harus dipahami sepenuhnya oleh pasien sebelum memutuskan untuk menjalaninya, sebagai bagian dari komitmen gaya hidup baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.