Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mewajibkan ASN Menggunakan Angkutan Umum, Solusi Menuju Jakarta Lebih Hijau dan Ramah Lingkungan

📅 Senin, 05 Mei 2025, 19:35 WIB | Oleh:

Di Jakarta, pemerintah telah memperluas layanan Transjabodetabek ke wilayah-wilayah sekitar Jakarta, yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut dan memudahkan ASN serta masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Selain itu, kebijakan larangan sepeda motor melintas di Jalan Jenderal Sudirman dan Thamrin di era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan dampak positif terhadap pengurangan kemacetan. Walau kebijakan tersebut tidak bertahan lama, karena hanya berupa instruksi gubernur tanpa dukungan peraturan daerah, dampaknya terbukti nyata dalam mengurangi volume kendaraan dan kecelakaan.

Perlu Kebijakan Jangka Panjang

Djoko Setijowarno juga menekankan pentingnya kebijakan ini didukung oleh peraturan yang lebih kuat, seperti peraturan daerah yang mengikat. Kebijakan yang bersifat instruksional, seperti yang diterapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, perlu diikuti dengan langkah-langkah legislatif agar dapat bertahan lama dan tetap berlaku meskipun terjadi pergantian pimpinan di pemerintah daerah.

“Dalam menghadapi masalah kemacetan dan polusi udara di Jakarta, tidak cukup hanya mengandalkan upaya Pemprov DKI Jakarta. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat, untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien dan berkelanjutan,” kata dia.

Pemprov DKI Jakarta telah memulai langkah yang baik dalam mengurangi kemacetan dan polusi udara melalui kebijakan mewajibkan ASN menggunakan transportasi umum. Namun, agar kebijakan ini sukses dan memberikan dampak positif jangka panjang, perlu ada dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah pusat, DPRD, dan masyarakat. Konsistensi kebijakan, koordinasi yang baik, serta pembenahan infrastruktur transportasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan Jakarta yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Ukraina Klaim Produksi Miny...
Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.