Mengenal Agregator Brand Lokal yang Makin Berjaya di Asia Tenggara

Senin, 05 Mei 2025, 13:21 WIB

JAKARTA - Sebuah agregator diperlukan untuk mengakselerasi pertumbuhan merek tertentu. Salah satu contoh Hypefast yang berhasil meraih profitabilitas penuh, menjual lebih dari 21 juta produk, dan memperluas jangkauan distribusinya hingga lebih dari 9.000 titik di seluruh Asia Tenggara.

Sebagai pemain kunci dalam ekosistem brand lokal, Hypefast menaungi lebih dari 10 merek ternama dari berbagai sektor, termasuk kecantikan (Luxcrime), kebutuhan ibu & anak (Cessa, Bohopanna), dan fesyen.

Ket. Foto: Agretor diperlukan untuk mengangkat sebuah eksisten. — Sumber: idntimes/yds

Dengan mengandalkan pendekatan kolaborasi erat dengan para pendiri merek dan pemanfaatan teknologi, Hypefast menjelma menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan brand lokal di kancah regional.

Kesuksesan Hypefast tak lepas dari strategi penjualan live shopping yang agresif di platform Shopee dan TikTok, dengan mencatatkan lebih dari 63 ribu jam livestreaming sepanjang 2024.

Selain itu, Hypefast juga memperkuat eksistensi offline-nya dengan membangun jaringan distribusi yang luas, menjangkau 93% wilayah Indonesia serta merambah pasar Singapura dan Malaysia.

CEO dan Founder Hypefast, Achmad Alkatiri, menekankan bahwa pertumbuhan bisnis perusahaan sejalan dengan dampak sosial yang dihasilkan. Lebih dari 2.000 individu dari berbagai mitra merasakan manfaat langsung dari kolaborasi dengan Hypefast. Perusahaan ini juga menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dan kesetaraan gender, dengan 70 persen posisi manajerial diisi oleh perempuan dan kesenjangan gaji antar gender di bawah 3 persen.

Dr. Taufik Hidayat, seorang analis bisnis dan UMKM, menilai Hypefast sebagai model bisnis inovatif yang patut dicontoh.

"Hypefast berhasil mengatasi tantangan yang sering dihadapi brand lokal, yaitu skala dan distribusi. Dengan model agregasi dan dukungan teknologi, mereka mampu mempercepat pertumbuhan merek-merek potensial dan memperluas jangkauan pasar secara signifikan," ujarnya.

Sedangkan, Nadia Amalia, seorang pengamat tren e-commerce dan brand lokal, menyoroti peran Hypefast dalam memberdayakan pengusaha lokal.

"Hypefast tidak hanya memberikan modal dan infrastruktur, tetapi juga pendampingan strategis. Fokus mereka pada kolaborasi dengan para founder memungkinkan merek lokal tetap mempertahankan identitasnya sambil mendapatkan dukungan untuk berkembang lebih pesat di pasar yang kompetitif," katanya.

Dengan pencapaian di tahun 2024, Hypefast semakin memantapkan posisinya sebagai pemain kunci dalam memajukan brand lokal Indonesia di pasar Asia Tenggara, dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan dampak sosial yang lebih luas.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.