Lebak Pasang Target Tinggi, Pupuk Hayati Cair Disiapkan Dongkrak Hasil Panen

Senin, 22 Jun 2026, 15:35 WIB

LEBAK – Pemanfaatan pupuk hayati cair semakin mendapat perhatian sebagai solusi pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya biaya produksi dan degradasi kualitas lahan.

Kandungan mikroorganisme bermanfaat dalam pupuk hayati mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara alami.

Ket. Foto: Penggunaan pupuk hayati cair (PHC) di Kabupaten Lebak dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pangan juga tidak menimbulkan kerusakan lahan pertanian. — Sumber: ANTARA/Mansur

Selain membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, penggunaan pupuk hayati cair juga berpotensi meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Jika diterapkan secara luas dan konsisten, inovasi ini dapat menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten memprogramkan pupuk hayati cair (PHC) untuk mendongkrak produksi pangan, sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani di daerah itu.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan di Lebak, Senin (22/6), mengatakan pemerintah daerah memprogramkan PHC untuk mendongkrak produksi pangan, sehingga memberikan keuntungan bagi pendapatan ekonomi petani.

Sebab, pemerintah daerah dibawa kepemimpinan Bupati Mochamad Hasbi Asyidiki mempokuskan percepatan penghapusan kemiskinanan.

Karena itu, pendapatan ekonomi harus meningkat agar kehidupan mereka sejahtera.

"Kami mengalokasikan pengadaan PHC itu sekitar Rp4,9 miliar dari APBD 2026," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pengalokasian pupuk hayati cair tersebut sebanyak 66.665 botol untuk pendistribusikan 691 kelompok tani di 23 kecamatan.

Keunggulan pupuk itu, selain dapat mendongkrak produksi dan produktivitas pangan juga memperbaiki kualitas tanah pertanian.

"Kita mendistribusikan pupuk cair itu sesuai permintaan kelompok tani," katanya menjelaskan

Ia mengatakan, penggunaan PHC itu dapat memperbaiki kondisi tanah dan tidak menimbulkan kerusakan.

Sebab, PHC itu mengandung mikroorganisme juga membantu meningkatkan aktivitas biologis tanah.

Selain itu PHC mengandung dekomposer serta trichoderma sp yang berfungsi sebagai pengendali hayati sehingga tidak mudah terserang organisme penyakit tanaman

"Kami meyakini penggunaan PHC dapat menguntungkan usaha petani dengan produksi dan produktivitas pangan meningkat," katanya menjelaskan ​​​​.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.