- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Waspadai Risiko K...
Tiongkok Waspadai Risiko Kerusakan Panen Pertanian
Selasa, 04 Agu 2026, 02:40 WIBBEIJING â Ladang jagung, padi, dan kapas di Tiongkok berisiko tinggi mengalami kerusakan tanaman dalam beberapa hari mendatang karena gelombang panas melanda wilayah pertanian utama di bagian utara dan timur negara itu.
âGelombang panas ini terjadi akibat sistem cuaca bertekanan tinggi yang menyebabkan kondisi lebih panas dari biasanya pekan ini, dengan Shenyang di Provinsi Liaoning timur laut akan mengalami suhu tertinggi 35-38 derajat Celsius hingga hingga 6 Agustus. Sementara Beijing akan mencapai kisaran suhu rendah hingga pertengahan 30 derajat Celsius hingga akhir pekan,â lapor peramal cuaca komersial Vaisala, Senin (3/8).
Di Provinsi Shandong yang merupakan lahan pertanian penyumbang 10 persen dari produksi jagung Tiongkok, peringatan gelombang panas dikumandangkan sejak pekan lalu dimana suhu pada kisaran 30-an derajat Celsius akan terjadi hingga setidaknya 5 Agustus dan hal ini bisa mengurangi hasil panen jagung musim panas ini. âKelembapan tinggi yang disebabkan oleh aliran monsun yang lembap juga dapat meningkatkan risiko penyakit tanaman,â lapor Vaisala.
Lebih jauh ke utara, para pejabat di Liaoning dimana wilayah ini menyumbang sekitar 7 persen dari produksi jagung nasional, juga telah menyatakan keprihatinan mereka.
âTanaman pangan utama seperti jagung dan padi saat ini berada pada tahap pertumbuhan kritis, dan kehilangan kelembaban tanah semakin cepat di lereng bukit dan daerah berpasir,â kata Pemerintah Kota Jinzhou pada 31 Juli lalu.
Secara terpisah, ahli meteorologi Vaisala, Kyle Tapley, mengatakan bahwa ada juga potensi tekanan panas pada tanaman jagung dan kedelai di Liaoning dan Mongolia Dalam.
Gelombang panas terik diperkirakan akan melanda Xinjiang, wilayah otonom di barat laut Tiongkok tempat hampir seluruh kapas negara itu ditanam.
Peringatan Dini
Dalam pemberitahuan peringatan dini pekan lalu, pusat iklim regional memperkirakan suhu yang meluas setidaknya 35 derajat Celsius hingga 11 Agustus, dengan Turpan, di sebelah tenggara ibu kota regional Urumqi, mencapai suhu setinggi 50 derajat Celsius.
âSuhu tinggi yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada pengisian biji jagung, pertumbuhan buah kapas, dan pembesaran buah, yang menyebabkan pertumbuhan terhambat, terbakar sinar matahari, dan pematangan dini,â ungkap Pusat Iklim Daerah Otonomi Xinjiang Uygur dalam laporan di sebuah buletin.
Gelombang panas dan kekeringan yang terus berlanjut juga dapat mengurangi produksi kapas Xinjiang hingga 5 persen pada bulan Agustus, menurut perusahaan peramal cuaca komersial Marcus Weather Inc.
Tiongkok bukanlah satu-satunya negara yang terdampak gelombang panas terbaru. Di Korea Selatan, suhu tertinggi yang pernah tercatat yaitu 42,5 derajat Celsius, dilaporkan terjadi pada akhir pekan lalu di Kota Yangsan, bagian tenggara negara itu. ST/Bloomberg/I-1
- Beras
- Padi
- Panen Raya
- Gagal Panen
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
KAI Tebar Diskon Tiket 17 Persen HUT RI, Cek Jadwal dan Cara Belinya
-
Dibuang PSG, Randal Kolo Muani Malah Dipermanenkan Juventus dengan Nilai Fantastis!
-
130 Ribu Orang RI ke Vietnam Tahun Ini, Kenapa Makin Populer?
-
Harga Pangan Global Resmi Meledak, Gandum Alami Lonjakan Terparah
-
Asset Recovery Dinilai Perlu Diarahkan untuk Memperkuat Pembangunan Nasional
-
Kabut Asap Makin Pekat, Disdikbud Bulungan Terapkan Belajar dari Rumah
-
Bawakan 'Cahaya Hati' Pertama Kali, Raisa Bakal Kagetkan Penonton Hikayat Srikandi Nusantara!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.