Dalang Ki Midiyanto Pentaskan Wayang Kulit dan Gamelan di San Diego
📅 Senin, 05 Mei 2025, 20:38 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
SAN DIEGO, CALIFORNIA - Dalang Ki Midiyanto dan putranya Hanggoro Murti akan mementaskan wayang kulit dan gamelan di San Diego State University (SDSU), California, Amerika Serikat, Senin (5/5) malam.
"Jarang dialami di luar Indonesia, wayang kulit dari Jawa adalah salah satu bentuk teater Indonesia yang menghidupkan cerita-cerita kuno, menampilkan boneka kulit yang diukir dan dicat dengan rumit, musik gamelan live yang semarak, dan penceritaan yang ahli dari dalang atau “dhalang,” ini adalah pertunjukan yang benar-benar imersif yang memikat penonton," tulis pernyataan resmi SDSU di laman resminya, dilansir dari layanan penyiaran publik KPBS di AS, Senin.
Pertunjukan Wayang Kulit Jawa akan digelar di Smith Recital Hall, San Diego State University (SDSU).
Ansambel Gamelan Jawa SDSU bersama Ki Midiyanto dan putranya akan tampil untuk dua pertunjukan khusus— yang satu pada pukul enam petang dan satu lagi pada pukul 19.30 waktu setempat.
Tiket pertunjukan ditawarkan untuk semua usia seharga 10 sampai 15 dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dosen lulusan SDSU Laurel Grinnell-Wilson, sekaligus kurator SDSU World Music Concert Series dan menjabat sebagai direktur SDSU Javanese Gamelan Ensemble sejak 2018 mengatakan pertunjukan khusus itu sangat unik dan istimewa.
“Sangat istimewa sehingga kami dapat mengalaminya di SDSU,” kata dia.
Grinnel-Wilson menambahkan, “Kami di San Diego belum memiliki wayang kulit Jawa di seluruh wilayah selama lebih dari 30 tahun, sejak tahun 90an. Ini adalah peristiwa yang sangat langka untuk dilihat dan dialami secara mendalam di luar Indonesia”.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya baru saja jatuh cinta dengan budaya dan musiknya,” kata Grinnell-Wilson. “Setiap minggu ketika kami berkumpul pada hari Selasa, ini hanyalah tempat untuk mengeksplorasi bahasa, budaya, dan nuansa, dan saya dapat berbagi kecintaan saya terhadap budaya tersebut dengan para siswa”.
Wayang kulit adalah tradisi yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan menggambarkan kisah-kisah epik dari Ramayana dan Mahabharata, dua teks dasar India tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan. Bentuk seni memadukan mitologi, filsafat, dan humor menjadi pengalaman yang unik dan kaya budaya.
“Wayang” berasal dari kata “bayang,” yang berarti bayangan dalam bahasa Indonesia, dan “kulit” mengacu pada penggunaan kulit kerbau untuk membuat boneka, sebuah proses yang memerlukan pekerjaan tangan yang tepat dan dapat memakan waktu beberapa minggu.
Grinnell-Wilson mengatakan program Gamelan Jawa di SDSU telah memberinya, murid-muridnya, dan anggota masyarakat kesempatan untuk “mengeksplorasi instrumen yang terdengar berbeda, terlihat mencolok dan unik, dan belajar selama satu semester untuk mendapatkan otoritas pada tradisi musik yang hanya begitu tidak seperti musik Barat dan instrumen Barat”.
Teater wayang kulit Indonesia dianggap sebagai bentuk wayang tertua yang berdiri bebas, dan pada tahun 2003, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkannya sebagai “Mahakarya Warisan Lisan dan Nonbendawi Kemanusiaan”.
Ansambel Gamelan Jawa SDSU akan tampil bersama artis tamu istimewa Midiyanto dan putranya Hanggoro Murti (seniman tamu dari Jawa Tengah, Indonesia), yang akan berperan sebagai dalang pertunjukan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!