Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tetua: Masyarakat Badui konsisten jaga kelestarian alam cegah bencana

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 09:00 WIB | Oleh:
Tetua: Masyarakat Badui konsisten jaga kelestarian alam cegah bencana Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Tetua adat Badui Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra.

Lebak -- Tetua adat Badui Jaro Tanggungan 12 Saidi Putra menegaskan masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, konsisten menjaga alam dan lingkungan untuk mencegah bencana yang bisa mengakibatkan banyak korban jiwa.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dengan menjaga alam dan lingkungan agar kawasan gunung dan hutan di sini tidak terjadi kerusakan," kata Saidi Putra saat perayaan Seba di Pendopo Pemkab Lebak, Jumat.

Kawasan hutan di Badui hingga kini tidak mengalami kerusakan, karena dilakukan penjagaan ketat dari masyarakat adat, terlebih menjadi daerah kawasan hulu di Provinsi Banten, sehingga perlu dilakukan penjagaan secara berkelanjutan.

Sebab, kata dia, jika kawasan hutan Badui yang terdapat hutan lindung itu terjadi kerusakan akibat penebangan pohon maupun eksploitasi pertambangan, bisa menimbulkan bencana banjir, longsor, dan pergerakan tanah, serta kekeringan di wilayah Banten.

Oleh karena itu masyarakat Badui yang berpenduduk 16.000 jiwa dan lebih tersebar di 68 pemukiman, hingga kini konsisten menjaga alam dan lingkungan agar gunung-gunung serta hutan di kawasan pemukiman adat tetap lestari juga hijau.

"Kami bersyukur kawasan hutan di pemukiman Badui tetap lestari dan hijau, serta memberikan manfaat cukup besar bagi kelangsungan hidup manusia," katanya.

Menurut dia, masyarakat Badui terus mengawasi alam dan lingkungan agar tidak terjadi kerusakan, karena pengalaman tahun-tahun lalu pernah terjadi kerusakan hutan di kawasan Badui akibat eksploitasi pertambangan emas tanpa izin hingga penebangan liar.

Namun kini kawasan Badui semakin baik juga hijau dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Masyarakat Badui mengapresiasi keseriusan penegak hukum untuk melakukan pemberantasan terhadap pelaku kerusakan hutan.

"Kami berkoordinasi dengan aparat penegak hukum jika ditemukan pelaku perusak alam untuk diproses secara hukum," katanya.

Sementara itu Kepala Desa Kanekes Jaro Oom mengatakan masyarakat Badui sangat konsisten menjaga pelestarian alam dan lingkungan di kawasan hutan lindung.

Bahkan warga Badui melakukan gerakan penghijauan penanaman jenis tanaman keras kayu-kayuan dan aneka buah-buahan.

Gerakan penghijauan dan pelestarian alam dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat Badui juga mencegah malapetaka bencana alam.

Selama ini, kata dia, kawasan pemukiman hak ulayat Badui seluas 5.101,85 hektare sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 32 Tahun 2001 hingga kini tetap terjaga dengan baik.

"Kami sebagai warga adat Badui menjaga kelestarian hutan dan lahan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.