Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siap-Siap! Ekonomi Kreatif Bakal Jadi Game Changer Indonesia

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 08:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Siap-Siap! Ekonomi Kreatif Bakal Jadi Game Changer Indonesia Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Ekonomi kreatif berpotensi menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

JAKARTA - Ekonomi kreatif muncul sebagai konsep ekonomi baru yang mengandalkan kreativitas dan ide daripada hanya bergantung pada faktor produksi tradisional seperti tanah, modal, dan tenaga kerja. 

Sektor ini menekankan pada ide-ide, inovasi, dan kreativitas untuk menciptakan produk atau layanan yang bernilai tambah. Tujuan ekonomi kreatif adalah menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, dan meningkatkan daya saing industri kreatif. 

Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) menilai pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) yang didorong Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menjadi mesin baru penggerak ekonomi.

"Ipemi mengapresiasi upaya pengembangan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi yang dimulai dari daerah," kata Ketua Umum Ipemi Ingrid Kansil sebagaimana pernyataan diterima di Jakarta, Sabtu (3/5).

Ingrid menyampaikan sebelumnya dirinya bersama Sekretaris Jenderal Ipemi Nurwahidah Saleh beserta jajaran pengurus lainnya telah menggelar audiensi dengan Menekraf di Kementerian Ekonomi Kreatif (Kememekraf) Jakarta, Jumat (2/5).

Ia mengatakan Ipemi siap berkolaborasi dengan Kemenekraf. Mengingat sebagian besar anggota Ipemi bergerak di bidang ekraf seperti fesyen, kuliner dan kriya. Terlebih, gebrakan yang dilakukan Menekraf dapat meningkatkan perekonomian.

Ipemi juga menyambut baik delapan program unggulan Kemenekraf. Pertama, penguatan data ekraf. Kedua, penguatan regulasi, kebijakan dan kelembagaan ekraf. 

Ketiga, penguatan kapabilitas untuk peningkatan income penggiat ekraf. Keempat, pengembangan infrastruktur ekraf.

Kelima, sinergi hexahelix ekraf dalam penguatan produk lokal. Keenam, peningkatan pangsa pasar domestik dan global. 

Ketujuh, pengembangan akses pendanaan, pembiayaan, dan investasi ekraf. Kedelapan, penguatan ekosistem kekayaan intelektual.

Ingrid mengatakan Ipemi siap mendukung program unggulan tersebut. Terlebih, Ipemi secara struktur sudah berada di 36 provinsi, 380 kabupaten/kota, dan 1.000 desa. Sehingga sumber daya yang ada di daerah bisa merealisasikan program-program tersebut.

Menurut dia, ada satu program yang paling brilian, yakni Desa Kreatif. Program ini merupakan bentuk pembangunan desa yang menekankan pemanfaatan kreativitas, inovasi dan kearifan lokal untuk mengembangkan ekonomi dan sosial masyarakat.

Ingrid yakin konsep ini dapat mendorong masyarakat desa untuk mengembangkan produk, jasa dan kegiatan komunitas berbasis budaya, seni dan teknologi. Ia pun tak ragu menjadikan program ini sebagai program nasional Ipemi.

"Sebagai upaya dalam memberikan kontribusi terhadap negara, terutama dalam menciptakan wirausaha baru dan mencapai target pertumbuhan ekonomi," kata Ingrid.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.