Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Biru Jadi Andalan, Donggala Bidik Laut Sebagai Pusat Pertumbuhan

📅 Kamis, 01 Mei 2025, 18:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Biru Jadi Andalan, Donggala Bidik Laut Sebagai Pusat Pertumbuhan Doc: ANTARA/Basri Marzuki
Ket. Nelayan merawat kapalnya di sela tidak melaut akibat cuaca buruk di dermaga Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala, Sulawesi Tengah.

DONGGALA - Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan potensi maritim yang besar, memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi biru. Bahkan, konsep ini digadang-gadang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi Indonesia. 

Ekonomi biru melibatkan berbagai sektor seperti perikanan, akuakultur, transportasi laut, energi terbarukan dari laut (misalnya, ladang angin lepas pantai), pariwisata pesisir, dan bioteknologi laut. 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah mendorong para nelayan untuk mengembangkan kawasan ekonomi biru sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di daerah itu.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan kawasan ekonomi biru merupakan kawasan yang terdiri dari sentra-sentra produksi, perdagangan komoditas kelautan, perikanan, jasa, perumahan dan kegiatan terkait lainnya.

"Jadi tujuannya program ini guna meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas serta meningkatkan pendapatan nelayan serta pengelola ikan yang adil dan merata di Donggala," kata Vera Elena Laruni di Balaesang, Kamis (1/5).

Ia menuturkan pengembangan kawasan ekonomi biru itu sejalan dengan visi misi pemerintah daerah yakni Donggala sejahtera, maju, berdaya saing dan berkelanjutan.

"Saat ini pemerintah daerah berusaha untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya lokal yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi lokal, memperkuat konektivitas dan infrastruktur maju serta mempercepat transformasi tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel," ucapnya.

Pemerintah daerah pun menyerahkan kepada masyarakat pelaku usaha perikanan di Kecamatan Balaesang, Balaesang Tanjung dan Sirenja berupa Kartu Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) elektronik ATM sebanyak 3.085 pelaku usaha perikanan.

"Kami juga membagikan 35 ribu benih ikan nila untuk budidaya pekarangan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan melakukan pemberdayaan ekonomi ibu-ibu melalui pengelolaan Pengelolaan Warung Serba Ada (Waserda) di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) guna mendorong partisipasi perempuan dalam usaha perikanan," sebutnya.

Vera berharap program pembangunan perikanan dan kelautan itu bisa mengubah kehidupan masyarakat di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil untuk bangkit serta mampu bersaing dengan masyarakat lainnya.

"Saya ingatkan agar pemerintah desa dan kecamatan dapat bekerja secara terpadu dan berkoordinasi dengan baik sehingga masyarakat bisa mendapatkan dan merasakan manfaat dari program tersebut," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.