Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSUD Ulin Banjarmasin Kembangkan Operasi Pemasangan Implan Koklea

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 13:45 WIB | Oleh:
RSUD Ulin Banjarmasin Kembangkan Operasi Pemasangan Implan Koklea Doc: antara foto
Ket. Pelaksana Tugas Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Kalsel Agung Ary Wibowo di Banjarmasin, Minggu (27/4).

BANJARMASIN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin kini tengah mengembangkan operasi pemasangan implan koklea bagi pasien gangguan pendengaran.

“RSUD Ulin sangat mendukung operasi pemasangan implan koklea bagi pasien yang mengalami gangguan pendengaran untuk pengembangan ke depannya, sehingga masyarakat dapat terlayani dengan baik ketika ingin melakukan operasi telinga,” ujar Pelaksana Tugas Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Kalsel Agung Ary Wibowo di Banjarmasin, Minggu (27/4).

Agung mengatakan RSUD Ulin Banjarmasin Kalsel pun berkolaborasi dengan salah satu mitra PT Nobel guna mengembangkan tindakan operasi pemasangan implan koklea bagi pasien gangguan Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) tersebut.

Agung menuturkan RSUD Ulin Banjarmasin Kalsel telah melakukan operasi pemasangan implan koklea pertama kali bagi pasien gangguan THT di Kalimantan.

Kegiatan kolaborasi dengan PT Nobel, diungkapkan Agung, merupakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dokter THT mengenai teknik operasi pemasangan implan koklea.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Pasien yang akan menjalani operasi berjumlah empat orang, dan rencana kegiatan ini akan terus dilaksanakan pada masa mendatang,” ujar Agung.

Sementara itu, perwakilan dari RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta Harim Priyono menjelaskan operasi implan koklea dilakukan bagi pasien yang mengalami gangguan pendengaran sangat berat dan telah mencoba alat bantu dengar konvensional tanpa hasil yang memadai.

“Jika seseorang tidak mendapatkan manfaat dari alat bantu dengar dan tidak dapat mencapai persepsi wicara yang diharapkan, maka metode selanjutnya melaksanakan operasi implan koklea,” ucap Harim.

Harim mengungkapkan alat tersebut berfungsi sebagai sensor suara yang menghasilkan listrik di dalam rumah siput bagi pasien gangguan pendengaran.

Pelaksanaan operasi implan koklea memerlukan proses khusus dan berlangsung hampir sama dengan operasi telinga pada umumnya.

Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 90 menit dengan empat pasien yang akan menjalani prosedur tersebut.

Harim menambahkan perawatan implan meliputi bagian dalam yang dipasangkan ke tubuh pasien dan bagian luar yang dirawat seperti alat bantu dengar konvensional.

Setelah operasi, perawatan pascaoperasi akan dilakukan, termasuk pemaculan perban dan perawatan luka dalam waktu lima hingga tujuh hari.

“Dengan kegiatan ini, RSUD Ulin Kalsel dan PT Nobel berharap dapat meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat dan memberikan solusi bagi mereka yang mengalami masalah pendengaran,” ungkap Harim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.