PLN dan Pemprov Maluku Utara Bersinergi Meningkatkan Elektrifikasi di Wilayah 3T
📅 Minggu, 27 Apr 2025, 20:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
TERNATE – PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU) bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bersinergi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Sinergi dalam bentuk Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai langkah nyata PLN untuk menghadirkan terang hingga ke pelosok negeri, termasuk Maluku Utara. Kami berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa tidak ada lagi desa yang tertinggal dari akses energi, karena listrik bukan hanya soal cahaya, tapi tentang membuka peluang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dan kami akan lakukan itu secara bertahap," kata General Manager PLN UIW MMU, Awat Tuhuloula, di Ternate, Minggu (27/4).
Dalam kunjungan audiensi kepada Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, PLN UIW MMU memaparkan rencana pengembangan Program Lisdes untuk menjangkau desa-desa terpencil yang belum teraliri listrik, yang juga tujuan utamanya untuk menaikkan rasio desa berlistrik (RDB) dan rasio elektrifikasi (RE) di Maluku Utara.
Lebih lanjut Awat menyampaikan, PLN UIW MMU telah menyusun peta jalan (roadmap) strategis pengembangan program Lisdes periode 2025 hingga 2029. Dalam roadmap tersebut, pada tahun 2025, PLN menargetkan melistriki 19 desa dengan jumlah 1.675 pelanggan.?
Kemudian di tahun 2026, ditargetkan 11 desa dengan 1.044 pelanggan.?Selanjutnya, pada tahun 2027, direncanakan perluasan akses listrik ke 48 desa, dengan cakupan 12.340 pelanggan. Tahun 2028, PLN menargetkan 17 desa dengan total 11.757 pelanggan.?Dan pada tahun 2029, sebagai penutup roadmap, ditargetkan 21 desa dengan 19.845 pelanggan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski roadmap telah disusun secara strategis dan terukur, pelaksanaan Program Lisdes di Maluku Utara tidak lepas dari sejumlah tantangan besar, terutama yang berkaitan dengan kondisi geografis dan infrastruktur dasar.
"Salah satu tantangan terbesar yang kami hadapi di lapangan adalah akses jalan yang sulit, bahkan di beberapa lokasi sama sekali tidak ada jalur darat. Selain itu, kondisi kontur tanah yang berbatu keras turut menyulitkan proses pembangunan infrastruktur kelistrikan," katanya.
Namun, tantangan ini tidak menyurutkan komitmen PLN UIW MMU untuk tetap menghadirkan listrik ke desa-desa terpencil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koordinasi lintas sektoral, terutama dengan pemerintah setempat menjadi salah satu kunci keberhasilan semua rencana berjalan sesuai roadmap.
PLN terus berupaya membangun infrastruktur kelistrikan baru, yang mencakup pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM), Jaringan Tegangan Rendah (JTR), serta gardu distribusi yang akan memastikan distribusi listrik yang lebih merata dan andal ke berbagai desa.
PLN juga mengandalkan pembangkit lokal seperti Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai solusi jangka pendek yang efektif untuk melistriki desa-desa yang sulit dijangkau. Di beberapa lokasi, PLN juga mengoptimalkan potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) , seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan energi mikrohidro, untuk menciptakan sistem kelistrikan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"Pembangunan ini tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat. Sinergi antara berbagai pihak sangat penting untuk mempercepat proses pembangunan infrastruktur dan memastikan akses listrik dapat sampai ke desa-desa yang selama ini tertinggal," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya PLN dalam meningkatkan akses listrik di wilayahnya. Gubernur Sherly menekankan bahwa Program Lisdes yang dijalankan PLN memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil yang selama ini kesulitan mendapatkan akses energi.
"Program Lisdes ini sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan di wilayah kami yang luas dan berbentuk kepulauan. Kami berharap dengan adanya akses listrik, masyarakat dapat lebih berkembang, terutama dalam sektor ekonomi dan pendidikan," ujar Gubernur Sherly.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!