Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asal-usul dan Perjalanan Lebaran Betawi

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 13:15 WIB | Oleh:
Asal-usul dan Perjalanan Lebaran Betawi Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

Bagi masyarakat Betawi, perayaan Lebaran tidak berhenti hanya di tanggal 1 Syawal. Setiap tahun, mereka menggelar Lebaran Betawi, sebuah tradisi besar yang menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan merayakan kekayaan budaya Betawi dengan tema yang selalu berbeda setiap tahunnya.

Lebaran Betawi 2025, misalnya, diselenggarakan pada 26–27 April 2025 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, dengan mengusung tema "Menyongsong Lima Abad Jakarta dengan Semangat Mempererat Kearifan Lokal Masyarakat Betawi." Acara ini menjadi bukti bahwa budaya Betawi terus hidup dan berkembang seiring perjalanan waktu.

Sejak pertama kali diadakan pada 18 Oktober 2008 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Lebaran Betawi telah menjadi bagian penting dari tradisi masyarakat Betawi. Gagasan mengadakan acara ini muncul dari Amarullah Asbah, Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi periode 2008-2012, atau yang akrab disapa Bang Uwo.

Tujuan utama Lebaran Betawi sejak awal adalah sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga Betawi di Jakarta dan sekitarnya. Tema Lebaran Betawi pertama, “Lebaran Betawi, Lebaran untuk Semua,” mencerminkan semangat inklusif yang terus dipertahankan hingga kini.

Dalam perkembangannya, Lebaran Betawi tidak lagi hanya berlangsung satu hari, melainkan kerap diselenggarakan selama dua hingga tiga hari. Lokasi acaranya pun berpindah-pindah, mulai dari Lapangan Banteng, Bumi Perkemahan Ragunan, Sentra Primer Kembangan, hingga Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan di Jagakarsa.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Lebaran Betawi juga berfungsi memperkuat identitas budaya Betawi di tengah pesatnya modernisasi Jakarta. Setiap tahunnya, acara ini dimeriahkan dengan pawai budaya, pergelaran seni tradisional, serta pembagian kuliner khas Betawi secara gratis kepada para pengunjung.

Beberapa kesenian tradisional yang kerap ditampilkan dalam Lebaran Betawi antara lain tanjidor, gambang kromong, dan keroncong Betawi. Pertunjukan-pertunjukan ini menjadi cerminan kekayaan musik dan seni tradisional Betawi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Lebaran Betawi juga mempertahankan tradisi hantaran, yang merupakan kebiasaan masyarakat Betawi dalam berbagi makanan saat Lebaran. Isi hantaran biasanya meliputi opor ayam, ketupat, semur, sambal godog, serta dodol Betawi yang selalu menjadi sajian wajib.

Melalui penyelenggaraan Lebaran Betawi, masyarakat Betawi tidak hanya menjaga budaya leluhur mereka tetap hidup, tetapi juga mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut merasakan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya lokal yang semakin relevan di tengah arus globalisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Kekeringan dan Gelombang Pa...
Rona
Tips Mengelola Bisnis Tempa...
Olahraga
Laga Pramusim: Liverpool Ta...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.