Trump Tak Senang dengan Serangan Mematikan Russia ke Kyiv: 'Vladimir, STOP!'
📅 Jumat, 25 Apr 2025, 11:17 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Politico
LONDON - Setidaknya 12 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka dalam serangan Russia semalam di beberapa distrik dan kawasan permukiman di Kyiv, kata pejabat Ukraina pada hari Kamis (24/4).
Serangan mematikan itu mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mengatakan kepada Presiden Russia Vladimir Putin: "Vladimir, STOP!"
"Saya tidak senang dengan serangan Russia di KYIV. Tidak perlu, dan waktunya sangat buruk," kata Trump di media sosial pada Kamis. "Vladimir, STOP! 5.000 tentara tewas setiap minggu. Mari kita selesaikan Perjanjian Damai!"
Ketika ditanya oleh seorang reporter di Gedung Putih pada hari Kamis apakah menurutnya Putin akan mendengarkannya, Trump menjawab, "Ya, tentu."
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut serangan Russia terhadap Kyiv sebagai salah satu serangan yang paling "intens dan kurang ajar" dalam konferensi pers dalam kunjungannya ke Afrika Selatan pada Kamis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, mantan Wakil Presiden AS Mike Pence dalam postingannya di X mengatakan saatnya merespons invasi Russia di Ukraina dengan kekuatan Amerika baru dan memberikan sekutu AS dukungan militer.
“Setelah serangan brutal di Kyiv tadi malam, jelas bahwa Putin tidak tertarik pada perdamaian. Saatnya menanggapi invasi Rusia yang sedang berlangsung di Ukraina dengan kekuatan Amerika yang baru dan memberikan sekutu kita dukungan militer yang mereka butuhkan untuk meraih kemenangan demi kebebasan.”
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga merespons seranganbesar-besaran Russia di Kyiv pada Kamis dini hari, yang diunggah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di platform media sosial X.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Awal dari segalanya adalah gencatan senjata yang tidak diterima RUSIA (...) bayangkan diri Anda sebagai Presiden Zelensky: bagaimana dia bisa memberi isyarat niat baik sementara ibu kotanya dibom?!" - Presiden Macron
Dilaporkan ABC News, serangan Russia terjadi di tengah meningkatnya negosiasi untuk mengakhiri perang, pejabat Gedung Putih menekan Zelenskyy dan Ukraina untuk menerima rencana perdamaian potensial yang mungkin mencakup penyerahan tanah kepada Russia, menurut seorang pejabat senior Ukraina. Trump pada Rabu menuduh Zelenskyy memperpanjang "medan pembantaian."
Di Gedung Putih pada hari Kamis, Trump mengatakan ia memiliki "batas waktu" untuk negosiasi guna mencapai kesepakatan damai untuk perang di Ukraina dan menginginkan kesepakatan "cepat".
"Jadi kami sangat yakin bahwa mereka berdua menginginkan perdamaian, tetapi mereka harus berunding," katanya. "Kami menunggu lama. Mereka harus berunding. Dan saya pikir kami akan berdamai."
Ketika ditanya konsesi apa yang ditawarkan Russia untuk lebih dekat dengan perdamaian, Trump berkata, "Menghentikan perang. Menghentikan, mengambil alih seluruh negara. Konsesi yang cukup besar."
Setelah serangan di Kyiv, Zelensky mengatakan dia tidak melihat tanda-tanda tekanan kuat AS terhadap Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!