Mendikdasmen Paparkan Progres Program Prioritas
📅 Rabu, 23 Apr 2025, 23:15 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Istimewa
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan komitmennya dalam melaksanakan program kerja prioritas di bawah visi besar Pendidikan Bermutu untuk Semua. Dalam rapat dengan Komisi X DPR RI, pihaknya memaparkan pencapaian serta langkah-langkah konkret dalam mendukung arah kebijakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terutama pada Asta Cita ke-4.
"Salah satu program utama yang tengah digalakkan adalah kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan kesempatan pendidikan. Program ini mencakup jenjang taman kanak-kanak sebagai langkah awal untuk menjamin akses pendidikan sejak usia dini," ujar Mu'ti, dalam keterangan resminya, Rabu (23/4).
Dia menjelaskan, dalam hal peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru, Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 ditargetkan mencapai 806.000 orang. Selain itu, akan disediakan bantuan pendidikan bagi guru-guru yang belum memiliki kualifikasi D-IV atau S1.
"Pada tahun ini juga diberlakukan kebijakan baru, di mana tunjangan sertifikasi guru yang semula 1,5 juta rupiah kini naik menjadi 2 juta rupiah dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru, tanpa melalui pemerintah daerah," jelasnya
Terkait transformasi pembelajaran, pihaknya telah menyelesaikan kajian akademik dan uji publik untuk pembelajaran mendalam (deep learning). Saat ini, pelatihan bagi para guru tengah dipersiapkan agar kebijakan ini dapat diimplementasikan secara bertahap di sekolah-sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mendukung pengembangan talenta dan prestasi siswa, Kemendikdasmen menyelenggarakan berbagai program lomba dan kompetisi. Pemenuhan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan juga menjadi prioritas Kemendikdasmen.
"Kami sampaikan bahwa anggaran yang sebelumnya dikelola Kementerian Pekerjaan Umum, sudah diterbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 anggarannya sudah bisa dikelola oleh Kemendikdasmen,” katanya.
Kemendikdasmen juga terus mendorong penguatan karakter peserta didik melalui peluncuran program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria. Menghadapi tantangan zaman, Kemendikdasmen turut mengembangkan kurikulum yang memuat pelajaran coding dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan mulai tahun 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Naskah akademik sudah selesai dan sudah melakukan pelatihan untuk para gurunya. Beberapa sekolah akan mulai mengajarkan coding dan AI sebagai mata pelajaran pilihan,” ungkapnya.
Untuk menjamin proses penerimaan peserta didik baru yang lebih adil, Kemendikdasmen memiliki kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagai penyempurnaan dari PPDB. Kemudian terkait penguatan karakter dengan pelatihan guru bimbingan konseling (BK) dan pelatihan konseling, Kemendikdasmen sudah melakukan pelatihan-pelatihan untuk guru BK yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
“Kami sudah mempersiapkan peraturan menteri di mana guru tidak harus mengajar 24 jam dalam satu minggu, tetapi cukup 16 jam saja. Sedangkan 8 jam sisanya dapat diisi dengan melaksanakan tugas bimbingan konseling, kewajiban mengikuti pelatihan, dan aktivitas di organisasi sosial kemasyarakatan.
Di bidang literasi, numerasi, dan sains teknologi, Kemendikdasmen baru saja meluncurkan Gerakan Numerasi Nasional untuk mendampingi Gerakan Literasi yang telah berjalan lebih dahulu. Dengan penyampaian perkembangan ini, Kemendikdasmen menegaskan keseriusannya untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang inklusif, adaptif, dan berpihak pada peserta didik serta tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!