Serangan AS ke Sanaa Tewaskan Sedikitnya 12 Orang
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 02:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Mohammed HUWAIS
SANAA - Kelompok Houthi Yaman pada Senin (21/4) pagi mengatakan bahwa serangan udara Amerika Serikat (AS) ke Sanaa telah menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 30 lainnya, sementara seorang juru bicara militer kemudian mengklaim serangan terhadap kapal induk AS dan Israel.
Kantor berita Saba yang dikelola Houthi mengutip pernyataan kementerian mengatakan korban tewas dan terluka berasal dari serangan semalam oleh musuh Amerika di sebuah pasar dan zona permukiman di Distrik Farwa, Sanaa.
“Serangan lainnya dilaporkan pada Minggu malam di provinsi tengah Marib, Hodeida di barat dan benteng Houthi di Saada di utara,” lapor Saba.
Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompok itu melancarkan serangan terhadap dua kapal induk AS sebagai tanggapan atas serangan mematikan terbaru Amerika. “Houthi juga menargetkan dua lokasi Israel dengan pesawat tak berawak,” kata Saree.
Militer AS telah melancarkan serangan hampir setiap hari selama sebulan terakhir, dengan mengatakan bahwa serangan itu menargetkan teroris Houthi yang didukung Iran untuk menghentikan serangan terhadap pelayaran internasional di Laut Merah dan Teluk Aden.
Sebaiknya Anda baca juga:
Satu serangan dilancarkan AS pada Kamis (17/4) ke pelabuhan minyak Ras Issa menewaskan sekitar 80 orang dan melukai 150 orang, menurut Houthi . Serangan merupakan yang paling mematikan dari kampanye serbuan 15 bulan Washington DC terhadap kelompok yang didukung Iran itu.
“Serangan pada Kamis ke Ras Issa bertujuan untuk memotong pasokan dan dana bagi pemberontak yang menguasai sebagian besar wilayah negara termiskin di Jazirah Arab itu,” kata militer AS.
Media Houthi kemudian melaporkan adanya serangan baru di dan sekitar Ibu Kota Sanaa pada Jumat (18/4) malam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sinyal bagi Teheran
Serangan pada Kamis terjadi saat AS bersiap untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran mengenai program nuklirnya di Roma pada Sabtu (19/4) lalu, menyusul peringatan bahwa Teheran semakin dekat untuk membangun senjata atom.
“Tindakan militer di Yaman jelas mengirimkan sinyal bagi Teheran,” Mohammed Albasha, konsultan yang berbasis di AS, mengatakan kepada AFP.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan pada Sabtu (19/4) bahwa ia sangat prihatin dengan serangan AS. Namun, ia juga meminta Houthi untuk menghentikan serangan misil terhadap Israel dan pengiriman barang di Laut Merah.
Kelompok Houthi mengatakan mereka memulai serangan misil mereka sebagai bentuk solidaritas dengan Hamas saat kelompok itu memerangi pasukan Israel di Gaza. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!