Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkot Bukittinggi Pakai Sistem Parkir Non-tunai Antisipasi Pungli

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Bukittinggi Pakai Sistem Parkir Non-tunai Antisipasi Pungli Doc: Antara
Ket. Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias memberikan keterangan penegasan pemakaian sistem bayar non tunai retribusi parkir untuk antisipasi terjadinya praktek pungutan luar di Bukittinggi, Selasa (22/4).

Bukittinggi - Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), menegaskan kembali penggunaan sistem parkir non-tunai untuk menghindari praktik pungutan liar (pungli) yang merugikan daerah setempat.

"Itu aturannya dan kami juga sedang berbicara dengan Bank Nagari. Nanti akan kami bikin teknologi baru supaya nanti semua yang terparkir itu bisa langsung tap dan nanti otomatis uangnya akan masuk," kata Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Bukittinggi, Selasa (22/4).

Ramlan mengatakan sistem pembayaran parkir masih dijalankan secara manual saat melakukan peninjauan pada beberapa gedung parkir di pusat kota.

"Saya ingatkan lagi, gedung parkir yang dibangun oleh pemerintah tidak ada pihak lain yang memungut parkir di Pasa Ateh," tegasnya.

Temuan ini memicu perhatian serius dari pemerintah kota, mengingat sistem manual dinilai rawan penyalahgunaan dan tidak transparan.

Dia mempertanyakan pengelolaan parkir di gedung yang dibangun menggunakan dana publik itu. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada pihak luar yang mengambil keuntungan dari fasilitas milik pemerintah tersebut.

Ramlan bahkan mencurigai adanya praktik pungutan liar yang terjadi di lokasi tersebut. Kecurigaan itu diperkuat dengan masih digunakannya sistem pembayaran tunai yang membuka celah manipulasi pendapatan parkir.

"Itu pungutan liar namanya. Saya sudah bicara dengan pihak kepolisian. Ini barang dibangun oleh uang rakyat, tidak ada pihak-pihak macam-macam yang akan mengambil uang di sini. Uang itu masuk kas daerah semua," katanya.

Pemkot Bukittinggi, kata dia, tengah berupaya memperbarui sistem pembayaran parkir agar lebih modern dan transparan.

Rencana penerapan sistem elektronik ini bertujuan memastikan seluruh pendapatan dari sektor parkir langsung tercatat dalam kas daerah tanpa celah untuk penyalahgunaan.

Dia menekankan teknologi serupa sebelumnya pernah digunakan dan terbukti lebih efektif dalam mendongkrak pendapatan daerah.

"Teknologi kita kembalikan seperti yang dulu-dulu. Kira-kira dengan e-money. Tidak ada yang sistem manual dengan uang-uang seperti ini. Kalau manual ini bermasalah masalah," lanjutnya.

Sebagai perbandingan, Ramlan mengungkapkan hasil pendapatan dari sektor pariwisata yang telah menerapkan sistem pembayaran elektronik. Ia menyebutkan peningkatan signifikan terjadi setelah sistem manual digantikan sistem digital.

"Contohnya, kita yang pariwisata berbayar, satu minggu saja kebun binatang, Benteng Fort de Kock, sama Panorama, sudah bisa menghasilkan Rp3 miliar. Kalau tahun lalu (dengan sistem manual) hanya Rp1,8 miliar satu minggu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

52 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.