Paus Fransiskus Simbol Kesederhanaan dan Pejuang Perdamaian
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 08:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Dunia berduka atas berpulangnya Bapa Paus Fransiskus di usia yang ke-88 tahun di Vatikan Roma, Senin (21/4) pukul 07.37 waktu setempat, tepat sehari setelah perayaan Paskah. Paus Fransiskus dikenal sebagai tokoh yang rendah hati dan juga mencintai perdamaian.
Dari Roma, Italia, Romo Faris Jebada, OFM mengatakan, Paus Fransiskus, sebagai mana ia memilih nama Santo Fransiskus Assisi, telah mewarnai seluruh masa kepausannya dengan spiritualitas Santo Fransiskus: Kepemimpinan dengan teladan kerendahan hati dan sederhana. Ia selalu merindukan untuk berbicara dan ada bersama dengan orang-orang miskin dan yang tersingkirkan.
Kata Romo Faris, Paus Fransiskus adalah seorang paus yang menolak untuk tinggal di Palazzo Apostolico yang megah dan mewah; memilih untuk tinggal di ‘apartemen’ Santa Martha yang lebih sederhana. "Ia memilih untuk dekat dengan orang-orang yang sederhana: peduli pada nasib imigran, para korban perang; juga selalu mengunjungi pejara untuk ‘mencuci kaki’ para tahanan sebagaimana yang dialakukan terakhir kali pada Hari Kamis Putih 17 April 2025 di penjara Regina Coeli, Roma. Saya ingin selalu berada dekat dengan kalian, ucapnya kepada para tahanan dalam kondisi sakit yang sedang dideritanya"ucap romo Faris meniru ucapan Pope Francis.
Terkait kesederhanaan ini, Uskup Agung Jakarta Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo mengaku mengalami banyak momen bersama Paus Fransiskus yang menunjukkan kesederhanaannya.
Kesederhanaan Paus Fransiskus pun tampak dari luar. Sebut saja mobil Ford yang sudah digunakan Paus Fransiskus sejak 2004 hingga sepatu hitam yang sudah dipakai sejak lama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kalau yang semakin kelihatan, saat pertama kali melihat beliau naik mobil, itu mobil yang beliau pakai itu adalah Ford dari tahun 2004, kecil. Itu sangat kelihatan," tutur Suharyo.
"Sepatunya itu sepatu tua, bukan sepatu paus. Biasanya sepatu paus warnanya merah, beliau memakai sepatu warna hitam dan sudah tertekuk-tekuk dan garis putih tanda sudah lama dipakai," lanjutnya.
Paus perdamaian
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain dikenal karena kerendagan hatinya, Paus Fransiskus juga ujar Romo Faris dikenal sebagai pejuang yang paling militan di dalam isu perdamaian. Sebagaimana kita ketahui hampir setiap malam ia selalu meluangkan waktunya untuk video call umat paroki di Gaza, Palestina sekadar untuk bersapa dan memberi dukungan moral terhadap mereka.
"Baginya, Perang bukanlah solusi untuk mencapai perdamaian. Dia mengusulkan untuk membangun ‘jembatan’ dan bukan ‘tembok’ yang menciptakan pemisahan,"ujar Romo asal Manggarai Barat, Flores yang sedang menempuh studi sejarah Gereja di Roma, Italia ini.
Dia bercerita, tidak terhitung usaha Pope Francis dalam memperjuangkan perdamaian baik secara pribadi maupun secara institusi sebagai kepala Gereja Katolik, untuk berjuang mengakhiri konflik, baik di Timur Tengah maupun di Eropa, antara Ukraina dan Rusia, maupun melalui doa-doa yang tiada henti untuk mendukung resolusi damai di seluruh belahan dunia.
Sebagai diberitakan oleh Vatican News, ia menginisiasi sebuah momen bersejarah seperti penanaman pohon zaitun di Taman Vatikan pada tanggal 8 Juni 2014 bersama Presiden Israel, Shimon Peres, dan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas. Juga kita mengingat sebuah perjumpaan bersejarah antara dunia kristen dan islam yang terekam dalam Dokumen Abu Dhabi untuk persaudaraan umat manusia yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus dan Imam besar al-Azhar Ahmad al-Tayyib pada 4 februari 2019. Dan sebagai lanjutan dari dokumen ini, Paus Fransiskus kemudian mengeluarkan sebuak ensiklik yang berjudul: Fratelli Tutti, persaudaraan sebagai satu-satunya jalan untuk masa depan bagi peradaban umat manusia.
Juga dalam kunjungannya ke Indonesia kita mengenang perjumpaannya dengan tokok-tokok muslim, seperti Imam besar Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA yang saat ini menjadi Mentri Agama Republik Indonesia.
Di usianya yang ke 88 tahun, setelah beberapa bulan berjuang melawan penyakit paru-paru, dan setelah memberikan berkat urbi et orbi yang terkahir kali pada hari paskah 20 April 2025, Paus dari Serikat Jesus ini pergi untuk selama-lamanya. "Ia akan selalu diingat sebagai Paus yang sederhana dan rendah hati; yang tanpa pernah berhenti untuk berjuang mewujudkan pedamaian,"tutup romo Faris
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!