Kuartal I-2025, Bursa Karbon RI Tunjukkan Kinerja Positif
📅 Senin, 21 Apr 2025, 15:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Muhammad Heriyanto
JAKARTA - Meskipun memiliki potensi besar, bursa karbon Indonesia menghadapi tantangan seperti perlunya regulasi yang jelas, transparansi dalam perdagangan, dan pengawasan yang ketat untuk memastikan integritas pasar.
Namun, dengan pengelolaan yang baik, bursa ini dapat menjadi instrumen penting dalam upaya global mengurangi emisi dan mengatasi perubahan iklim.
Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon melaporkan volume transaksi perdagangan karbon di IDXCarbon mencapai sebanyak 690.675 ton CO2e (ton ekuivalen) unit karbon selama kuartal I- 2025.
Capaian itu melebihi total volume transaksi perdagangan karbon sepanjang 2024 maupun sepanjang 2023, yang menjadikannya sebagai salah satu bursa karbon dengan jumlah transaksi terbesar di regional
"Statistik itu secara umum memberikan optimisme pada prospek perdagangan karbon di Indonesia," ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad di Jakarta, Senin (21/4).
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama 2024, IDXCarbon tercatat membukukan transaksi sebesar 413.764 tCO2e, sedangkan selama 2023 membukukan transaksi sebesar 494.254 tCO2e sejak beroperasi pada 26 September 2023.
IDXCarbon berkoordinasi bersama OJK dan Kementerian/ Lembaga (K/L) terkait, terus mengembangkan ekosistem perdagangan karbon untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat perdagangan karbon di Asia maupun global.
IDXCarbon akan terus berupaya untuk mendorong likuiditas pasar karbon dari sisi demand dan supply, baik dari pasar domestik maupun internasional, serta sesuai dengan kebijakan dan pengaturan pemerintah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan menjalin kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, perdagangan karbon di Indonesia akan terus tumbuh dan semakin berkontribusi signifikan dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional," ujar Kautsar.
Sampai saat ini, telah terdapat tujuh proyek pengurangan emisi berbasis teknologi yang diperjualbelikan, dengan jumlah available to be traded sebanyak 2.203.119 tCO2e.
Terdapat pula peningkatan Pengguna Jasa IDXCarbon sebesar 22 persen menjadi 111 Pengguna sepanjang kuartal I- 2025.
Pada 20 Januari 2025, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH/BPLH), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Perdagangan Internasional Perdana Unit Karbon Indonesia melalui IDXCarbon.
Peresmian ini merupakan salah satu milestone penyelenggaraan perdagangan karbon di Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi gerbang awal terciptanya kolaborasi untuk implementasi perdagangan karbon luar negeri.
Dalam peluncuran itu, terdapat lima proyek pengurangan emisi yang berasal dari sektor energi dan memperoleh otorisasi untuk perdagangan internasional, diantaranya, pertama, Pengoperasian Pembangkit Listrik Baru Berbahan Bakar Gas Bumi PLTGU Priok Blok 4.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!