Diversifikasi Energi, PGN Gandeng PTBA Gagas Proyek Gasifikasi Batu Bara Jadi Synthetic Natural Gas
Senin, 21 Apr 2025, 12:58 WIBJAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bekerja sama dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk inisiatif pengembangan synthetic natural gas (SNG) dari batu bara sebagai langkah diversifikasi energi.
Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari strategi diversifikasi pasokan energi nasional dan penguatan ketahanan energi.
Menurut dia, proyek akan memanfaatkan cadangan batu bara kalori rendah milik PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang selama ini belum termonetisasi secara optimal. âLokasinya berdekatan dengan jaringan pipa transmisi PGN di Pagardewa, Sumatera Selatan, sehingga berpotensi menghemat pengembangan infrastruktur," jelas Rosa dalam keterangannya di Jakarta, Senin (21/4).
Sepanjang 2025, kedua perusahaan akan fokus pada studi kelayakan guna mengkaji potensi pembangunan fasilitas produksi SNG, jaringan pipa, serta skema bisnis yang memungkinkan.
âInisiatif ini sejalan dengan prioritas pemerintah dalam hilirisasi dan kemandirian energi. Jika terealisasi, proyek ini berpotensi memperkuat pasokan gas dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor,â tambahnya.
SNG merupakan gas hasil olahan batu bara yang menyerupai gas bumi. Produk tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar maupun bahan baku industri.
Nantinya, lanjut Rosa, SNG diproyeksikan untuk menjangkau pelanggan eksisting PGN, khususnya industri di wilayah Jawa bagian barat yang tengah menghadapi tantangan pasokan.
âKami terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Holding Migas PT Pertamina (Persero), serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan studi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik,â katanya.
Sebelumnya, PGN juga telah menginisiasi diversifikasi pasokan melalui proyek biometana dengan memanfaatkan POME (palm oil mill effluent) untuk menghasilkan biogas.
Melalui pengolahan lebih lanjut dari biogas, biometana kemudian dikompresi menjadi compressed natural gas (CNG) untuk didistribusikan ke pelanggan seperti industri, rumah sakit, hotel, dan pusat perbelanjaan.
PGN menjalankan proyek biometana bersama konsorsium Jepang dan saat ini tengah mempersiapkan FEED untuk kilang biometana di Sumatera.
Adapun target komisioning kilangnya pada triwulan II 2027 dengan kapasitas 1,2 BBTUD. âProyek biomethane juga merupakan komitmen PGN terhadap keberlanjutan pasokan gas bumi yang rendah karbon, sehingga dapat membantu mengurangi emisi karbon dan mendukung NZE pada tahun 2060," sebut Rosa.
- PGN
- Diversifikasi Energi
- Synthetic Natural Gas
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Operasional PGN di Wilayah Jabar dan Sumatera Kembali Normal
-
Perhatian! Jadwal Super League: Dewa United Layani Persija dan Persib Kontra Borneo
-
Warga Kaltim Meneken Deklarasi Antirokok dan Vape Agar Tak Mati Muda
-
Pertamina Umumkan Pembaruan Harga BBM Non Subsidi Pertamax Naik Jadi Rp12.300/Liter, Berapa Harga Pertalite?
-
Ekonom Proyeksikan Harga Emas Dunia Tembus Ratusan Juta Rupiah di 2030
-
Aktris Winona Ryder Gabung di Serial Netflix “Wednesday Season 3”
-
Tok! Pemerintah Tetapkan Alokasi Biodiesel Tahun 2026 Sebesar 15,65 Juta KL
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.