Sekolah Rakyat Tidak Harus Menunggu Tahun Ajaran Baru
📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 22:34 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: Muhamad Ma'rup
JAKARTA - Sekolah Rakyat tidak harus menunggu tahun ajaran baru sekolah biasa. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, tahun ini sudah ada 53 titik Sekolah Rakyat yang siap beroperasi di bulan Juli.
"Ya, bisa jadi tidak menunggu tahun ajaran baru," ujar Mensos, di Jakarta, pekan lalu.
Dia menerangkan, selain 53 Sekolah Rakyat yang sudah siap, ada sekitar 80 titik sekolah rakyat yang masih dalam tahap survei. Pemerintah menargetkan tahun depan ada 200 Sekolah Rakyat yang beroperasi.
"Ada 80 lagi. Ya, kalau memungkinkan kita tambahkan tahun ini. Tapi kalau tidak memungkinkan, ya tahun depan. Tapi insyaallah mudah-mudahan si target kita tahun depan itu udah bisa 200 titik dimulai," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan, Sekolah Rakyat akan menggunakan sistem multi-entry, multi-exit. Tidak seperti sekolah biasa yang masuk bersama-sama setiap kelasnya, Sekolah Rakyat dimungkinkan berbeda tiap kelas dengan basis capaian pembelajaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, lanjut Mu'ti, penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak harus terburu-buru. Bahkan, jika Sekolah Rakyat belum siap maka pelaksanaannya bisa setelah sekolah biasa menggelar kegiatan belajar mengajar.
"Sekolah rakyat itu, masuknya tidak harus sama dengan tahun ajaran sekolah yang mulai bulan Juli ya. Kalau memang belum siap, bisa saja mulai nanti Agustus, atau, September," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!