Pemprov Bali-Pemda Sarbagita Patungan demi Hidupkan Kembali Trans Metro Dewata
📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 07:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari.
DENPASAR - Pengoperasian transportasi publik sangat penting karena memiliki dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat dan pembangunan kota. Dengan banyak orang menggunakan transportasi publik, jumlah kendaraan pribadi di jalan bisa berkurang, sehingga lalu lintas menjadi lebih lancar.
Biaya menggunakan transportasi publik umumnya lebih murah dibanding memiliki dan mengoperasikan kendaraan pribadi. Sebaliknya, pemerintah membutuhkan anggaran besar untuk pengoperasiannya, mengingat fasilitas tersebut masuk dalam layanan publik atau public service obligation (PSO).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Pemerintah Daerah se-Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan (Sarbagita) menyepakati pembagian biaya untuk mengoperasionalkan kembali Trans Metro Dewata.
Gubernur Bali Wayan Koster di Denpasar Jumat (18/4), menyebutkan, total dana yang terkumpul sebesar Rp49,7 miliar, di mana jumlah ini mampu menggerakkan transportasi publik itu hingga Desember 2025.
Uang tersebut diperoleh dari dana gotong royong dengan 30 persennya dari Pemprov Bali, dan 70 persennya dari pemda Sarbagita.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pemprov Bali berkontribusi 30 persen atau senilai Rp15 miliar, Pemkot Denpasar Rp14 miliar, Badung Rp16 miliar, Gianyar Rp4,7 miliar, dan Tabanan nol, akan didukung oleh Pemkab Badung,” kata Koster.
Selain berhasil mencari solusi lewat berbagi pembiayaan operasional dengan kabupaten yang dilintasi bus merah, total biaya yang dikeluarkan ini juga lebih hemat dari anggaran Kementerian Perhubungan.
Dahulu, sebelum pemerintah pusat menghentikan operasional Trans Metro Dewata biaya yang dipakai untuk menjalankan transportasi publik itu Rp80 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kini, pemerintah daerah mengakali (mencari akal) dengan merombak jam lalu lintas dan unit bus yang dijalankan, sehingga dapat menekan biaya namun tetap optimal melayani masyarakat.
“Semula dibiayai dari dana Kementerian Perhubungan senilai Rp80 miliar, artinya akan terjadi penghematan senilai Rp30 miliar dibanding pembiayaan sebelumnya,” ujarnya.
Trans Metro Dewata sendiri dipastikan kembali beroperasi dari Minggu, 20 April 2025 besok setelah terhenti selama empat bulan.
Salah satu yang dievaluasi pemerintah daerah adalah lalu lintas bus yang kerap sepi tanpa penumpang, sehingga nanti bus berkapasitas total lebih dari 30 orang ini akan bergerak optimal pada pagi dan sore hari.
Guna memenuhi hal itu, pemerintah hanya menggunakan 75 unit bus dari yang semula sekitar 105 armada yang berlalulalang sekitar 15 menit sekali.
Dengan ini, Wayan Koster mengharapkan masyarakat semakin sadar pentingnya menggunakan transportasi publik di tengah masalah kemacetan yang melanda Bali.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!