• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Waspadai Batuk pada Anak T...

Waspadai Batuk pada Anak Tak Kunjung Sembuh, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

Jumat, 18 Apr 2025, 01:40 WIB

JAKARTA - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pafikabupatenindramayu.org aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab batuk pada anak yang tak kunjung sembuh, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya. Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak, salah satunya yang mengganggu aktivitas adalah batuk.

Pada sebagian anak, mungkin mengalami batuk dalam jangka waktu yang lama. Batuk kronis dan tidak kunjung sembuh tidak boleh dianggap sepele, terutama pada anak-anak yang disertai dengan gejala lain seperti demam, sesak napas, dan penurunan berat badan yang signifikan. Batuk adalah gejala yang paling umum terjadi dengan prevalensi sekitar 15% di Indonesia.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik/jcomp

PAFI adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Organisasi tersebut berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggotanya melalui berbagai program pendidikan, pelatihan, dan seminar. Ini bertujuan untuk memastikan bahwa ahli farmasi selalu up-to-date dengan perkembangan terbaru di bidang farmasi.

Apa saja faktor penyebab terjadinya batuk pada anak tak kunjung sembuh?

Pada umumnya, batuk pada anak adalah suatu refleks alami tubuh yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan sistem pernapasan. Batuk terjadi ketika saluran pernapasan terstimulasi oleh benda asing seperti debu, kuman, atau virus, dan bertujuan untuk mengeluarkan benda tersebut dari saluran napas. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya batuk pada anak tak kunjung sembuh yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya infeksi respirasi berulang

Infeksi saluran pernapasan berulang (IRR) adalah kondisi ketika seseorang sering mengalami infeksi pernapasan. Salah satunya adalah flu dan pilek.  Infeksi virus pada saluran pernapasan atas dapat menyebabkan batuk yang berkepanjangan. Anak-anak sering terkena infeksi ini karena sistem imun mereka masih berkembang dan mereka lebih rentan terhadap penularan virus.

2. Adanya pneumonia

Pneumonia adalah infeksi bakteri yang mempengaruhi paru-paru dan dapat menyebabkan batuk kronis. Pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri seperti streptococcus pneumoniae atau haemophilus influenzae.

3. Alergi

Faktor selanjutnya yang menyebabkan anak mengalami batuk tak kunjung sembuh adalah alergi. Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan dapat memicu batuk. Hal ini terjadi karena alergi menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan atas, yang kemudian memicu refleks batuk.

4. Asma

Asma dapat menyebabkan batuk kronis pada sebagian anak, terutama pada malam hari atau saat aktivitas fisik. Asma adalah kondisi inflamasi pada saluran napas yang menyebabkan kontraksi otot-otot di sekitar saluran napas, sehingga membatasi aliran udara dan memicu batuk.

5. Kondisi medis lainnya

Faktor terakhir yang menyebabkan batuk tak kunjung sembuh pada anak adalah adanya kondisi medis seperti TBC. TBC atau Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru dan dapat menyebabkan batuk kronis. TBC disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis dan memerlukan pengobatan antibiotik jangka panjang.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati batuk tak kunjung sembuh pada anak?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari batuk tak kunjung sembuh pada anak Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala batuk pada anak serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Bodrexin herbal batuk

Salah satu obat batuk pada anak yang direkomendasikan oleh apoteker adalah bodrexin herbal batuk. Obat ini mengandung madu dan bahan herbal lainnya, cocok untuk anak usia 2-12 tahun. Dosisnya adalah 0,5–1 saset, 3 kali sehari. Madu memiliki sifat antibakteri dan dapat membantu meredakan batuk.

2. OB herbal junior sirup

OB herbal junior sirup dapat meredakan batuk berdahak dan melegakan tenggorokan, cocok untuk anak usia 6-12 tahun. Dosisnya adalah 10 ml, 3 kali sehari. Sirup ini biasanya mengandung ekstrak tanaman yang membantu mengencerkan dahak.

3. Bisolvon kids

Bisolvon kids dapat mengandung ekspektoran yang membantu mengencerkan dahak, cocok untuk anak usia 2 tahun ke atas. Dosisnya adalah 5–10 ml, 2–3 kali sehari. Bisolvon bekerja dengan membantu mengeluarkan dahak dari saluran pernapasan.

Selain menggunakan obat-obatan, ada beberapa cara alami yang dapat membantu meredakan batuk pada anak, seperti lebih banyak minum air putih serta mengonsumsi teh hangat dengan madu. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan dosis obat yang sesuai dengan kebutuhan.

(IKN)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.