Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Harus Melakukan Reformasi Struktural, Fundamental, dan Masif

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Blue print itu kata Beni setidaknya harus memuat tiga hal penting antara lain, substitusi impor, industri prioritas dan membangun industri yang mempunyai permintaan secara nasional sangat besar.

“Kita harus menentukan industri apa yang harus kita perjuangkan. Misalnya Presiden minta mobil maung buatan Pindad digunakan untuk kantor pemerintahan dan pegawai negeri.Kalau menggunakan bahan dalam negeri, mereka diberi insentif pajak. Sebaliknya, kalau misalnya menggunakan garam dan gula impor, mereka tidak mendapat insentif pajak,” kata Beni.

Pemerintah juga harus paham industri yang mempunyai permintaan pasar nasional besar yang harus dibantu negara seperti yang dilakukan Tiongkok. “Negara bisa berperan membantu membiayai pengadaan perangkat lunak (software) dan teknologi lainnya. Dengan bantuan fasilitas tersebut, maka diharapkan akan menekan biaya produksi, sehingga harga jualnya bisa turun separuh.

“Praktik seperti itu yang ditempuh Tiongkok selama 20 tahun untuk mendominasi dunia,” kata Beni.

Pemerintah saat ini kata Beni juga harus memikirkan bagaimana mengantisipasi barang dumping yang sebelumnya dilempar Tiongkok ke AS, sekarang dialihkan ke Indonesia. Jelas, tindakan itu akan menyebabkan defisit perdagangan Indonesia dengan Tiongkok semakin bertambah. Gudang-gudang di Tiongkok saat ini dipastikan akan kelebihan kapasitas (over capacity).

“Pemerintah harus menjawab bagaimana menghadapi situasi seperti itu. Pengenaan tarif oleh Trump dampaknya bukan dari AS, tapi dari negara yang over capacity. Itu tidak akan terjadi kalau industri di Tiongkok tidak disubsidi negara,” katanya.

Indonesia Baru

Dalam negosiasi tarif di Washington, kalau negosiator Indonesia hanya menawarkan pembelian produk migas dan LNG dalam kapasitas yang lebih besar, bisa dipastikan itu tidak akan membuat AS merasa cukup. Tuntutan AS pasti akan jauh lebih besar, bahkan mereka akan meminta Indonesia untuk membuka pintu yang lebih luas untuk produk AS.

Mereka pasti akan meminta Indonesia membeli daging, gandum dan produk lainnya yang selama ini diimpor dari negara lain. Begitu pula iPhone 16 akhirnya masuk ke Indonesia setelah selama ini mereka alot bernegosiasi dengan Pemerintah RI.

Dia pun khawatir Tim yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk bernegosiasi dengan Pemerintah AS tidak akan mencapai kesepakatan yang diinginkan dan berpotensi kembali ke Tanah Air dengan tangan hampa.

“Jika hanya mengandalkan pendekatan diplomatik tanpa kesiapan struktur ekonomi dalam negeri, maka hasilnya belum tentu maksimal. Kalau tidak ada visi ekonomi yang besar, mereka bisa pulang dengan tangan kosong,” tegasnya.

Dia pun mengajak semua pihak untuk melihat kondisi ini sebagai titik balik lahirnya Indonesia yang baru, yang lebih tangguh secara ekonomi. Namun, semua itu hanya bisa terwujud jika pemerintah bersedia membentuk tim ekonomi khusus yang bekerja merancang cetak biru pembangunan nasional secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam kebijakan. Reformasi yang dibutuhkan harus struktural, fundamental, dan masif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.