Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementrans dan UMJ Menjajaki Kolaborasi 'Smart Village' di Area Transmigrasi

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 21:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementrans dan UMJ Menjajaki Kolaborasi 'Smart Village' di Area Transmigrasi Doc: ANTARA
Ket. Wamentrans, Viva Yoga Mauladi, bertemu dengan jajaran pengurus Universitas Muhammadiyah Jakarta di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta.

JAKARTA – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi, dan Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Muhammad Hadi, membahas rencana kerja sama pengembangan wilayah transmigrasi, salah satunya pembangunan smart village.

“Dari diskusi kami ada beberapa potensi program yang bisa dikerjasamakan,” kata Viva Yoga Mauladi di Jakarta, Rabu(16/4).

Pengembangan smart village tersebut merupakan penerapan dari riset yang telah dilakukan UMJ di lapangan.

Ia mengatakan bahwa universitas tersebut juga ingin memberdayakan desa-desa di kawasan transmigrasi menjadi desa wisata atau desa dengan potensi pertanian yang khas sebagai penghasil cokelat, kopra, maupun komoditas unggulan lainnya.

“Hasil pengolahan produk pertanian yang ada, dari hulu sampai hilir di lakukan di kawasan transmigrasi,” ujarnya.

Viva Yoga pun menyambut inisiatif UMJ yang menyatakan akan membahas kolaborasi dengan Kementrans bersama beberapa universitas di Korea Selatan yang telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi yang berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan kepada jajaran UMJ bahwa Kementerian Transmigrasi (Kementrans) telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam negeri lainnya, seperti IPB, ITB, dan UGM untuk membangun kawasan transmigrasi melalui Program Transmigrasi Patriot.

Ia menuturkan bahwa Transmigrasi Patriot merupakan salah satu program unggulan Kementrans yang terdiri dari Beasiswa Patriot yang akan menghasilkan sarjana penggerak transmigrasi dan Ekspedisi Patriot yang akan menghasilkan riset optimalisasi pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi.

Kuota beasiswa tersebut rencananya diberikan bagi 2000 orang untuk berbagai jenjang, yakni S1, S2, dan S3, yang akan disebar di 154 Kawasan Ekonomi Terintegrasi (KET) dan 10 KET Prioritas di berbagai wilayah di luar Jawa.

Viva Yoga mengatakan bahwa para peserta program tersebut akan diberikan tanggung jawab untuk menciptakan inovasi, kreasi, dan pengembangan kawasan transmigrasi menjadi smart village.

Ia menyatakan bahwa Program Transmigrasi Patriot bermanfaat untuk menyukseskan pembangunan nasional dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar program beasiswa, tetapi gerakan nasional untuk membangun kawasan transmigrasi sebagai pilar ekonomi nasional,” ucap Viva Yoga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Pemerintah Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Kreatif Indonesia

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
Pemerintah Dorong Lahirnya ...

Rupiah Rentan Melemah, 3 Agustus 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Rupiah Rentan Melemah, 3 Ag...
Daerah
Menhub Tinjau Langsung Evak...

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

Kejuaraan Taekwondo Asia 2026 Digelar di Jakarta, Jadi Ajang Perebutan Poin Olimpiade Los Angeles 2028.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.