Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Klarifikasi soal Peningkatan Kompetensi Tukang Gigi

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes Klarifikasi soal Peningkatan Kompetensi Tukang Gigi Doc: Antara
Ket. Dokter memeriksa kondisi gigi seorang balita saat lomba balita sehat di Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Selasa (15/4).

Jakarta - Kementerian Kesehatan memberikan klarifikasi atas pernyataan tentang peningkatan kompetensi tukang gigi guna menangani kasus sakit gigi, dan menyatakan bahwa hal itu adalah kesalahan istilah, dan yang dimaksud sebenarnya adalah Terapis Gigi dan Mulut (TGM).

"Pernyataan Menkes (Budi Gunadi Sadikin) yang akan mendidik tukang gigi agar bisa ditingkatkan skill-nya, merupakan kesalahan istilah. Yang beliau maksud adalah Terapis Gigi dan Mulut (TGM) yang memiliki pendidikan formal. Jadi jelas Menkes tidak akan meningkatkan skill tukang gigi," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, Aji menjelaskan bahwa berdasarkan hasil Cek Kesehatan Gratis (CKG), lebih dari 50 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut.

"Sedangkan, jumlah dokter gigi kita kurang, per April 2025 di Indonesia terdapat 73,2 persen (7.475) Puskesmas yang sudah tersedia dokter gigi dan 26.8 persen (2.737) yang belum ada dokter gigi. Distribusinya pun lebih banyak di kota-kota besar, bukan di daerah, apalagi daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)," dia melanjutkan.

"Di samping itu, masih terdapat gap sebesar 10.309 orang antara jumlah dokter gigi yang tersedia dengan kebutuhan ideal secara nasional," dia melanjutkan.

Sementara itu, kata Aji, jumlah lulusan dokter gigi per tahun lebih kurang hanya sekitar 2.650 orang. Adapun untuk pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) terdapat 38.

"Di lapangan, tidak semua Puskesmas memiliki tenaga maupun sarana prasarana yang memadai untuk menunjang pelayanan gigi dan mulut secara optimal," katanya.

Oleh karena itu, kata Aji, perlu terobosan cepat dan serius untuk memperbaiki kualitas kesehatan gigi masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang sangat diperlukan masyarakat harus bisa segera diperluas dan dipermudah aksesnya.

Di beberapa daerah yang terdapat kekosongan dokter gigi, katanya, upaya peningkatan kesehatan gigi masyarakat dapat dilakukan dengan pemberdayaan sumber daya manusia kesehatan lainnya dengan pemberian kompetensi tambahan. Hal ini sudah diatur dalam Permenkes 19/2024 tentang Penyelenggaraan Puskesmas.

"Upaya yang sudah dilakukan Kemenkes untuk permasalahan kekurangan dokter gigi yakni pembukaan moratorium pendirian FKG tahun 2022, sehingga ada tambahan FKG dari 32 menjadi 38. Tambahan 6 FKG baru," katanya

Selain itu, dia melanjutkan, penambahan kuota mahasiswa dokter gigi, program internship lulusan dokter gigi, pelaksanaan program penugasan khusus dokter gigi terutama di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

Pihaknya juga memberikan beasiswa yang diprioritaskan untuk putra dan putri daerah afirmasi yang akan kembali bertugas di daerahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Olahraga
Leeds Siap Adang Kebangkita...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.