Wujudkan Jakarta Kota Global, Pemprov DKI Perkuat Identitas Budaya
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Pemprov DKI
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat identitas budaya, ekosistem ekonomi kreatif, dan kepemimpinan yang berorientasi pada tindakan nyata demi mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Jakarta, rabu, berpendapat visi Jakarta yang mendunia bukan hanya dikenal dunia, tetapi juga mampu membawa identitas kebudayaan dan kontribusi yang membuatnya diperhitungkan di panggung dunia.
Pengembangan kota pun tidak hanya berfokus pada daya saing internasional, tetapi juga kemampuan menjaga warisan budaya dan melahirkan karya yang diperhitungkan dunia.
Rano mengatakan, kepemimpinan dalam pembangunan kota tidak cukup hanya merespons kebutuhan saat ini. Pemimpin harus mampu membaca perubahan, mengenali potensi, dan menetapkan arah pembangunan yang berdampak bagi masa depan.
Adapun Jakarta menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota di dunia berdasarkan Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics.
Capaian ini menjadi modal sekaligus tantangan bagi Jakarta untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat perannya di tingkat global.
Saat ini, menjelang usia 500 tahun pada 2027, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan kota dengan tetap menjaga karakter sejarah dan budayanya.
Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui revitalisasi kawasan Kota Tua dan Pasar Baru, serta pengembangan kawasan Blok M dan Setu Babakan untuk memperkuat karakter kawasan dan menghadirkan pengalaman kota yang beragam bagi masyarakat.
Rano ingin budaya tidak hanya hadir dalam perayaan, tetapi tumbuh melalui ruang kesenian, karya para seniman, dan kreativitas generasi muda.
“Kita ingin warisan masa lalu tidak sekadar dikenang, tetapi menjadi kekuatan untuk masa depan,” katanya.
Rano menegaskan, penguatan identitas budaya harus berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem kesenian dan ekonomi kreatif.
Jakarta memiliki modal melalui Taman Ismail Marzuki, Institut Kesenian Jakarta, serta para seniman, budayawan, dan komunitas kreatif yang terus menghasilkan karya.
Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan pelaku kreatif memiliki ruang untuk berkarya, dukungan untuk berkembang, dan akses yang lebih luas agar karya mereka menjangkau masyarakat, termasuk pasar internasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!