Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Gelar dari Kejuaraan Asia

📅 Senin, 14 Apr 2025, 07:04 WIB | Oleh:
Tanpa Gelar dari Kejuaraan Asia Doc: Foto PP PBSI
Ket. Ganda putra Indonesia Leo Rolly Carnando (kiri)/Bagas Maulana (kanan) dalam ajang Badminton Asia Championships 2025, di Ningbo, Sabtu (12/4).

JAKARTA - Indonesia gagal meraih satu pun gelar juara dalam ajang Badminton Asia Championship (BAC) atau Kejuaraan Bulu Tangkis Asia2025 di Ningbo, Tiongkok.Hasil ini memperpanjang paceklik gelar Indonesia di kejuaraan bergengsi level BWF Super 1000 tersebut.

Pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana sempat memantik asa usai menembus semifinal. Namun, langkah mereka dihentikan pasangan tuan rumah Chen Boyang/Liu Yi dalam pertarungan sengit tiga gim: 21-13, 18-21, 12-21, Sabtu (12/4). Kemenangan meyakinkan di gim pertama tak mampu dijaga Leo/Bagas, yang justru kehilangan ritme dan akurasi dua gim berikutnya.

Pertarungan berdurasi 63 menit itu sekaligus menutup perjuangan Indonesia di turnamen ini tanpa satu pun finalis. Sektor ganda putra, yang selama ini menjadi tumpuan utama bulu tangkis Indonesia, sejatinya menunjukkan potensi.

Tiga pasangan: Leo/Bagas, Fikri/Daniel, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menembus babak delapan besar. Namun, capaian itu menjadi antiklimaks. Tak satu pun mampu melangkah lebih jauh. Kemenangan Fikri/Daniel atas juara All England 2025 asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, menjadi satu-satunya catatan manis yang patut dikenang.

Namun itu belum cukup menghapus kegagalan kolektif sektor putra mengonversi peluang menjadi prestasi. Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie gagal mempertahankan gelar yang ia raih tahun lalu. Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu kalah dari wakil Tiongkok, Lu Guang Zu.

Permainan Jojo sebenarnya solid, namun tidak cukup tajam untuk meredam agresivitas Lu yang tampil percaya diri di depan publik sendiri. Kekalahan ini menjadi sinyal kuat bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia belum berada di jalur ideal.

Lebih mengkhawatirkan, nama-nama pemain Indonesia bahkan nyaris tak terdengar di sektor tunggal dan ganda putri. Minimnya wakil yang melangkah jauh mempertegas lemahnya sistem pembibitan jangka panjang, terutama di sektor putri yang sejak era Susi Susanti dan Minarti Timur belum juga menemukan kembali sinarnya. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.