Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DLH: Produksi sampah organik di Banjarmasin capai 300 ton per hari

📅 Minggu, 13 Apr 2025, 22:25 WIB | Oleh:
DLH: Produksi sampah organik di Banjarmasin capai 300 ton per hari Doc: ANTARA/Sukarli
Ket. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Alive Yoesfah Love.

Banjarmasin - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Alive Yoesfah Love menyampaikan bahwa produksi sampah organik di kota ini lebih dari 300 ton per hari.

"Sekitar 52 persen produksi sampah di kota ini jenis organik," ujarnya di Banjarmasin, Minggu (13/4).

Menurut dia, total produksi sampah di Kota Banjarmasin sekitar 600 ton lebih per hari dengan jumlah penduduk lebih dari 700 ribu jiwa.

"Jadi, banyak sampah bekas makanan dan lainnya yang jenis organik dari masyarakat," tuturnya.

Sedangkan sampah lainnya, seperti botol plastik hanya sekitar 12 persen, sisanya sampah seperti kantong plastik dan lainnya.

"Jadi, jika kita bisa mengelola sampah organik ini dengan maksimal, kita bisa mengurangi darurat sampah saat ini," ujarnya.

Alive menyatakan, gerakan pengolahan sampah organik untuk dijadikan kompos sedang digencarkan, di mana masyarakat diminta melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).

"Saat ini sudah ada kemajuan untuk pemilahan sampah di tingkat kelurahan, dengan adanya rumah pilah," ujarnya.

Menurut Alive, Kota Banjarmasin saat ini terus berjuang untuk keluar dari darurat sampah akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 1 Februari 2025.

Selain melakukan upaya pemilahan sampah tersebut, pengiriman sampah ke TPAS Banjabakula di Kota Banjarbaru terus dimaksimalkan.

"Saat ini kita bisa mengirim sampah ke TPAS Banjabakula sekitar 300 ton," ujarnya.

Untuk tumpukan sampah yang masih terlihat di beberapa titik, menurut Alive, akan segera ditangani.

"Kita harus bersama-sama untuk penanganan darurat sampah ini. Kami minta masyarakat mendukung program pilah sampah dari rumah," katanya.

Sebagaimana diketahui, TPAS Basirih milik Pemkot Banjarmasin mendapatkan sanksi dari Kementerian Lingkungan Hidup berupa penutupan sejak 1 Februari 2025 hingga kini, karena masih menggunakan sistem terbuka (open dumping).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.