Serukan Tetap di Kampung dan Membangun Desa
📅 Jumat, 11 Apr 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKami memberangkatkan total 72 armada bus. Sebanyak 41 bus menuju Terminal Pulogebang Jakarta, dan enam bus lainnya menuju Bandung. Selain itu, ada juga empat gerbong kereta api yang diberangkatkan dari Stasiun Tawang, Semarang. Total peserta yang mengikuti program ini mencapai 3.500 orang. Ini bukan angka kecil, dan alhamdulillah animonya luar biasa tinggi.
Mengapa jadwal keberangkatan program ini ditetapkan setelah puncak arus balik?
Kita tahu bahwa Jawa Tengah adalah salah satu sentra utama tujuan mudik secara nasional. Kalau kita lepas peserta Giat Balik Rantau saat arus balik masih padat, tentu akan menambah beban lalu lintas. Maka, kita jadwalkan keberangkatan setelah puncak arus balik, ketika lalu lintas sudah lebih lengang. Ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan para peserta dalam perjalanan.
Apa harapan Bapak terhadap program ini ke depan?
Sebaiknya Anda baca juga:
Saya berharap program seperti ini terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan jumlah armadanya. Karena ini bentuk nyata kehadiran negara di tengah rakyatnya. Mereka yang bekerja di sektor informal sering kali luput dari perhatian, padahal kontribusinya besar bagi ekonomi rumah tangga. Kami ingin mereka merasa dipedulikan, dan pulang-pergi ke kampung halaman tidak menjadi beban.
Apakah ada pesan khusus bagi para peserta Giat Balik Rantau yang kembali ke Jakarta dan Bandung?
Saya hanya ingin berpesan, semoga selamat sampai tujuan, tetap jaga kesehatan, dan jangan lupa, kalau belum punya pekerjaan tetap di kota rantau, lebih baik bangun desanya masing-masing. Pemerintah daerah akan terus berupaya menciptakan lapangan kerja di daerah. Mari kita bersama-sama membangun Jawa Tengah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apa langkah ke depan yang direncanakan Pemprov Jateng pascamudik ini?
Kami akan terus mengevaluasi dan memperbaiki layanan. Tidak hanya soal transportasi, tapi juga soal keberlanjutan ekonomi masyarakat. Kami ingin menciptakan peluang usaha lokal agar warga tidak perlu lagi bergantung pada perantauan. Termasuk menggandeng pihak swasta, BUMDes, koperasi, dan pelaku UMKM untuk membuka ruang kerja dan pelatihan keterampilan di tingkat desa. Ini bagian dari upaya kita mewujudkan kemandirian daerah dari sisi ekonomi dan sosial.
Apa yang ingin Bapak tekankan dari keberhasilan penyelenggaraan mudik dan arus balik tahun ini?
Yang paling penting adalah kolaborasi. Tidak mungkin program sebesar ini berhasil kalau hanya jalan sendiri-sendiri. Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, relawan, dan semua stakeholder benar-benar terbukti memberikan dampak besar. Inilah semangat gotong royong yang harus kita jaga dan terus kita rawat. Ke depan, semoga tradisi kolaboratif seperti ini menjadi model dalam menyelesaikan persoalan-persoalan sosial lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!