Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rencana Pemerintah Relaksasi TKDN, Digimap Sambut Positif

📅 Jumat, 11 Apr 2025, 16:23 WIB | Oleh:
Rencana Pemerintah Relaksasi TKDN, Digimap Sambut Positif Doc: (ANTARA/Fathur Rochman)
Ket. GM Marketing Apple Business PT. MAP Zona Adiperkasa Farah Fausa Winarsih dalam wawancara cegat di Digimap Pacific Place, Jakarta, Jumat (11/4).

JAKARTA - Distributor resmi Apple Digimap menyambut positif rencana pemerintah untuk mengurangi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di sektor informasi dan komunikasi.

GM Marketing Apple Business PT. MAP Zona Adiperkasa, Farah Fausa Winarsih mengaku merasa bersyukur atas kebijakan tersebut dan berharap hal ini dapat berdampak baik bagi industri teknologi di Indonesia.

"Mungkin ya (memberi angin segar), mungkin aku juga pas dengar langsung senyum, full senyum, langsung Alhamdulillah sujud syukur mas, langsung sujud syukur gitu," ujar Farah di Jakarta, Jumat (11/4).

Farah menyatakan bahwa dengan adanya kebijakan baru ini, perkembangan penjualan dan industri teknologi di tanah air diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Dia juga menyinggung peluncuran iPhone 17 dan produk-produk selanjutnya, yang diharapkan dapat lebih mudah masuk ke pasar Indonesia jika kebijakan ini diterapkan.

Farah juga berharap langkah ini dapat mendorong pertumbuhan industri elektronik secara lebih efisien ke depannya.

"Jadi hopefully dengan ada kebijakan baru, jadi membuat penjualan atau industri teknologi di Indonesia, bisa lebih cepat lah berkembangnya," kata Farah.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia mempersiapkan sejumlah paket negosiasi yang akan dibawa ke perundingan untuk menghadapi kebijakan tarif timbal balik atau resiprokal AS di Washington D.C.

Beberapa di antaranya, yakni dengan deregulasi non-tariff measures (NTMs) melalui relaksasi TKDN sektor informasi dan komunikasi dari AS seperti GE, Apple, Oracle, dan Microsoft; melakukan evaluasi terhadap kebijakan larangan dan pembatasan; hingga mempercepat proses sertifikasi halal.

Pada Rabu (9/4) sore waktu AS, Donald Trump mengumumkan penundaan selama 90 hari atas tarif resiprokal ke berbagai negara mitra dagang, namun tetap menaikkan bea masuk kepada China sebesar 125 persen.

Negara yang rencananya akan dikenakan tarif resiprokal lebih tinggi hanya dikenakan tarif dasar sebesar 10 persen, yang mana untuk baja, aluminium, dan mobil akan sama.

Trump mengatakan sudah ada lebih dari 75 negara yang siap bernegosiasi dengan AS, di sisi lain, pihaknya akan tetap meninjau kemungkinan menaikkan tarif di sektor farmasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.