Leo Beenhakker, Mantan Pelatih Real Madrid dan Legenda Belanda, Tutup Usia di 82 Tahun
📅 Jumat, 11 Apr 2025, 08:45 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MADRID - Dunia sepak bola kehilangan salah satu tokoh paling berwarna dalam sejarah. Leo Beenhakker, pelatih legendaris asal Belanda yang pernah menukangi Real Madrid, meninggal dunia dalam usia 82 tahun. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh klub raksasa Spanyol tersebut pada Kamis (10/4) waktu setempat.
“Real Madrid menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga, sahabat, dan semua pihak yang mencintainya,” tulis Los Blancos dalam pernyataan resmi mereka.
Beenhakker memimpin Real Madrid dalam dua periode, yakni pada 1986–1989 dan kembali sebentar di tahun 1992. Dalam empat musim tersebut, ia mempersembahkan enam trofi, termasuk tiga gelar La Liga berturut-turut (1987–1989). Ia juga dikenal sebagai sosok sentral di balik kejayaan era Quinta del Buitre — generasi emas Madrid yang diperkuat pemain-pemain akademi seperti Emilio Butragueño, Michel, dan Manolo Sanchís.
Menariknya, Beenhakker bukan mantan pemain profesional. Dia memulai karier kepelatihannya sejak 1960-an dan bertahan lebih dari lima dekade di dunia sepak bola. Namanya mulai mencuat saat memimpin Ajax Amsterdam di akhir 70-an, tempat dia sempat menangani tim muda sebelum naik ke tim utama.
Di Ajax, Beenhakker mencatat dua periode kepelatihan dan mempersembahkan dua gelar Eredivisie (1980 dan 1990), serta satu gelar tambahan bersama Feyenoord pada 1999. Klub asal Amsterdam itu pun ikut menyampaikan duka mendalam.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ajax menerima kabar duka ini dengan kesedihan dan rasa kehilangan mendalam. Leo Beenhakker adalah salah satu pelatih Belanda paling berwarna dan berprestasi sepanjang masa,” tulis pernyataan resmi klub.
Salah satu kisah legendaris dari masa pertamanya di Ajax melibatkan Johan Cruyff. Dalam sebuah laga lawan Twente pada 1980, Cruyff yang saat itu menjadi penasihat teknis, menyarankan Beenhakker menarik keluar Tscheu-la Ling. Namun Beenhakker menolak dan sang pemain mencetak dua gol dalam kemenangan dramatis 5-3.
Selain sukses di klub, Beenhakker juga memiliki jejak kuat di level tim nasional. Ia sempat menangani Belanda, Arab Saudi, Polandia, hingga Trinidad dan Tobago. Bersama negara terakhir, ia mencatat sejarah besar dengan membawa mereka lolos ke Piala Dunia 2006 — satu-satunya partisipasi negara tersebut di ajang tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam peran administratif, Beenhakker kembali ke Ajax sebagai direktur teknis, di mana ia berjasa mendatangkan talenta besar seperti Zlatan Ibrahimovic.
Dia juga dikenal dengan istilah "Generasi Fast-Food", yang dia gunakan untuk menggambarkan generasi muda Ajax saat itu seperti Frank dan Ronald de Boer, Richard Witschge, Marciano Vink, dan Bryan Roy — pemain berbakat namun dianggap terlalu santai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!