- Home
-
- Luar Negeri
-
- China Bersiap Hadapi 'Pera...
China Bersiap Hadapi 'Perang Ekonomi Berkepanjangan' Setelah Trump Naikkan Tarif 125 Persen
Kamis, 10 Apr 2025, 15:00 WIBPemerintah China bersiap menghadapi fase baru dari konflik dagang dengan Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump, menyusul pengenaan tarif baru sebesar 125 persen terhadap semua barang impor dari China. Sementara negara-negara mitra dagang lainnya diberikan jeda selama 90 hari, Beijing justru menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam dari kebijakan agresif Washington.
Selama beberapa tahun terakhir, China telah mengubah fokus pembangunan ekonomi dari sektor perumahan menuju sektor manufaktur, dengan investasi senilai $1,9 triliun untuk membangun fasilitas produksi barang-barang ekspor murah. Upaya ini menunjukkan hasil signifikan, dengan pertumbuhan masing-masing 13 persen pada 2023 dan 17 persen pada 2024 di sektor ekspor.
Namun, tarif Trump yang semakin meningkat kini memaksa banyak perusahaan China mengalihkan strategi. Mereka yang sebelumnya masih mencoba mempertahankan pasar Amerika dengan memberikan diskon kepada klien lama, kini mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan pasar AS sepenuhnya dan mencari pembeli di kawasan lain, seperti Asia Tenggara dan Afrika.
"Tsunami akan datang untuk semua orang," ujar Perwakilan Dagang Pemerintahan Joe Biden, Katherine Tai, dalam wawancara dengan The New York Times. Ia memperingatkan bahwa ketegangan perdagangan ini tidak hanya akan menghantam ekonomi Amerika tetapi juga industri global yang bergantung pada pasokan dari China.
Sebagai respons, pemerintah China telah menjatuhkan sanksi dan kontrol perdagangan terhadap perusahaan-perusahaan AS. Sedikitnya enam perusahaan seperti Shield AI dan Sierra Nevada telah masuk dalam daftar hitam perdagangan, sementara 12 perusahaan lain, termasuk American Photonics dan BRINC Drones, menghadapi pembatasan ekspor.
Trump sebelumnya menyebut tindakan China sebagai "kurangnya rasa hormat terhadap Pasar Dunia" dan membanggakan langkah tarifnya dalam unggahan di Truth Social: "Hari yang luar biasa, tetapi akan ada lebih banyak hari yang hebat!!!"
Sementara itu, Beijing tampaknya tidak akan tinggal diam. China mengancam akan memperluas kontrol ekspor terhadap bahan-bahan penting yang digunakan dalam produksi chip dan barang-barang teknologi lainnya. Selain itu, perusahaan AS yang masih beroperasi di China berpotensi menghadapi tekanan regulasi, sanksi intimidatif, serta tuntutan penyerahan hak kekayaan intelektual.
Langkah tersebut dianggap sebagai bagian dari strategi balasan yang lebih agresif oleh China, terutama mengingat laporan dari Yayasan Kamar Dagang AS yang menyebut bahwa lebih dari 200 perusahaan Amerika mengidentifikasi China sebagai sumber utama risiko geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.
"Jika AS bersikeras dengan caranya sendiri, China akan berjuang sampai akhir," demikian pernyataan dari Kementerian Perdagangan China yang dikutip oleh media pemerintah setempat.
Sebagai langkah mitigasi, China kini menengok ke Asia Tenggaraâseperti Kamboja, Laos, dan Thailandâuntuk menutupi potensi kekosongan pasar dan menjaga neraca perdagangan tetap positif. Dalam praktiknya, perusahaan-perusahaan manufaktur mulai merasakan dampaknya secara langsung. Seorang kepala pabrik mainan di Guangdong, misalnya, mengungkapkan bahwa seorang klien dari Baltimore telah membatalkan pesanan yang dijadwalkan dikirim pada Juni, hanya beberapa jam setelah tarif diumumkan. Pembatalan itu disampaikan dengan permintaan maaf dalam bahasa Mandarin, menandakan besarnya dampak emosional dan ekonomi yang timbul.
Ketegangan perdagangan ini menandai babak baru dalam hubungan dagang global yang tak hanya memengaruhi dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, tetapi juga sistem rantai pasok internasional yang saling terhubung. Dengan kedua pihak saling menegaskan tekad untuk bertahan dan membalas, "perang ekonomi berkepanjangan" tampaknya tak terelakkan dalam waktu dekat.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
-
Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
-
KKP Perlebar Pintu Ekspor Perikanan ke China: Eksportir Diminta Jaga Keamanan Pangan
-
Menkeu Buka-bukaan Soal Kemampuan APBN, Harga Minyak hingga Darurat Energi
-
China Dukung Rencana Damai Donald Trump di Gaza, Upaya Akhiri Perang Semakin Dekat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.