Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BSKDN Dorong ASN Tetap Produktif usai Purnatugas

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 22:04 WIB | Oleh:
BSKDN Dorong ASN Tetap Produktif usai Purnatugas Doc: ANTARA/HO
Ket. Kepala BSKDN Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo saat membuka acara Pembinaan Kepegawaian dan Dharma Wanita Persatuan bertajuk "Hak dan Jaminan Sosial bagi ASN dan Potensi Usaha Pasca-Purnatugas" di Aula BSKDN, Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Jakarta - Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Yusharto Huntoyungo meminta jajaran aparatur sipil negara (ASN) di bawahnya tetap produktif setelah purnatugas.

Untuk itu, pihaknya tengah mengajak PT Taspen untuk berkolaborasi dalam mengoptimalkan potensi pegawai melalui berbagai program. Langkah ini ditempuh agar sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, khususnya ASN, tetap dapat berkarya dan memberikan kontribusi kepada masyarakat setelah pensiun.

"Indonesia tengah mengalami bonus demografi sehingga angkatan kerja banyak tersedia," kata Yusharto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/4).

Akan tetapi, kata dia, bukan berarti ASN yang sudah melewati masa pensiun tidak potensial lagi.

"Justru harus terus dikembangkan dan didayagunakan," ujarnya.

Lebih lanjut dia mencontohkan negara-negara seperti Singapura dan Jepang yang mampu mengelola potensi pekerja paruh baya agar tetap aktif di berbagai sektor. Hal ini adalah praktik baik yang patut ditiru.

Bila turun di Bandara Changi Singapura, misalnya, banyak pekerja paruh baya yang tetap bekerja sebagai pendorong troli atau petugas kebersihan.

"Ini bagus. Jangan sampai karena tidak memahami peluang potensi yang ada, malah mengalami post power syndrome," ujarnya.

Yusharto berharap ASN mulai mempersiapkan keahlian sejak dini agar lebih siap menghadapi masa pensiun.

Langkah tersebut, menurut dia, dapat dengan mengidentifikasi hobi atau keahlian masing-masing ASN mulai sekarang, lalu terus mengembangkannya.

Upaya lain, lanjut Yusharto, dengan memanfaatkan beragam program yang telah disediakan Taspen. Misalnya, ASN yang bisa menulis, bisa jadi penulis, pembicara, atau coach.

Bisa juga terjun di sektor UMKM, waralaba, atau retail. Selain itu, usaha digital, misalnya menjadi kreator konten dan membuka online shop.

Sementara itu, Kepala Departemen Layanan (Service Dept Head) Taspen Yoka Krisma turut mengenalkan sejumlah produk Taspen yang dapat bermanfaat bagi ASN.

Yoka menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu Program Tabungan Hari Tua dan Program Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Program Jaminan Kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.