Pemerintah Provinsi DKI Bekerja Sama dengan RT/RW untuk Mendata Pendatang Baru
📅 Selasa, 08 Apr 2025, 16:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bekerja sama dengan pengurus Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) untuk mendata pendatang baru di Jakarta usai Lebaran agar memiliki data kependudukan yang akurat.
"Kami bekerja sama dengan RT dan RW terutama untuk penduduk nonpermanen, di mana persyaratannya harus melapor ke RT dan RW setempat," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Selasa (8/4).
Budi mengatakan Dinas Dukcapil DKI mulai Rabu (9/4) melakukan layanan jemput bola ke RT dan RW sekaligus memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka tertib administrasi kependudukan.
Adapun pendatang terbagi dua yakni mereka yang membawa Surat Keterangan Pindah (SKP) dari daerah asalnya untuk menetap di DKI Jakarta, dan pendatang yang tidak berniat pindah (akan menjadi penduduk nonpermanen di DKI Jakarta).
Mereka perlu melapor diri ke RT/RW dan kelurahan setempat. Khusus bagi yang ingin menetap di Jakarta, pelaporan dan penyesuaian data kependudukan sesuai domisili diperlukan agar nomor induk kependudukan (NIK) tak dibekukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apabila NIK dibekukan, maka yang bersangkutan untuk sementara waktu tidak bisa mengakses fasilitas perbankan, BPJS dan pendidikan.
Sementara untuk penduduk nonpermanen, pelaporan bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat terkait penduduk di DKI Jakarta.
"Banyak manfaat untuk mereka yang terdaftar dalam penduduk nonpermanen yaitu jika terjadi sesuatu hal bisa mudah diketahui tempat tinggalnya," ujar Budi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun terkait pelatihan kerja di Jakarta, Budi mengatakan ini dikhususkan bagi warga ber-KTP DKI Jakarta.
Merujuk data Dinas Dukcapil DKI, pendatang pada tahun 2024 yang secara sadar melaporkan ke loket Dukcapil DKI Jakarta sebanyak 84.783 orang atau turun dari tahun 2023 sebesar 395.298 orang.
Budi memprediksi pada tahun 2025, sekitar 10.000 hingga 15.000 orang yang secara sadar melaporkan kedatangannya ke loket Dukcapil DKI Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!