Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Umumkan Tarif Impor 25 Persen untuk Mobil Buatan Luar Negeri

📅 Kamis, 27 Mar 2025, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain industri otomotif, Trump juga mengincar tarif khusus sektor pada industri seperti farmasi dan semikonduktor.

Pada hari Rabu, ia menegaskan kembali niatnya untuk mengenakan tarif pada kayu dan obat-obatan.

Pengumuman hari Rabu mengenai otomotif muncul menjelang tanggal 2 April, yang oleh Trump dijuluki sebagai "Hari Pembebasan" bagi ekonomi terbesar dunia itu.

Ia telah menjanjikan pungutan timbal balik pada tanggal tersebut, disesuaikan dengan mitra dagang yang berbeda dalam upaya untuk memperbaiki praktik yang dianggap tidak adil oleh Washington.

Pada hari Rabu, ia mengatakan bea masuk ini akan berdampak pada semua negara tetapi akan "sangat lunak."

Tidak jelas apakah tarif khusus sektor lebih lanjut akan diumumkan pada tanggal 2 April. Gedung Putih mencatat minggu ini bahwa situasinya masih belum jelas.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Senin, ia mungkin akan "memberikan keringanan kepada banyak negara" pada akhirnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Namun, ia menambahkan pada hari Selasa bahwa ia tidak menginginkan terlalu banyak pengecualian.

Harapan akan penerapan tarif yang lebih sempit telah memberikan dorongan pada pasar keuangan, tetapi investor tetap gelisah atas perubahan kebijakan yang cepat.

Sementara Trump telah menerapkan kekuatan ekonomi darurat untuk beberapa tarif baru-baru ini, pungutan otomotifnya mungkin dibangun di atas penyelidikan pemerintah sebelumnya yang diselesaikan pada tahun 2019, mantan pejabat perdagangan AS Ryan Majerus mengatakan kepada AFP.

Penyelidikan menemukan bahwa impor yang berlebihan melemahkan ekonomi internal dan dapat mengganggu keamanan nasional.

Saat itu, salah satu rekomendasinya adalah menerapkan tarif hingga 25 persen untuk meningkatkan produksi mobil dan suku cadang AS.

"Keuntungan dalam kasus otomotif," kata Majerus, yang sekarang menjadi mitra di firma hukum King & Spalding, adalah pemerintah "dapat bertindak lebih cepat jika mereka mau, dibandingkan dengan, misalnya, kasus kayu atau tembaga, yang mengharuskan mereka melakukan investigasi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.