Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhut Sebut Tren Deforestasi Masih Turun Dibandingkan Rata-rata Sedekade

📅 Senin, 24 Mar 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenhut Sebut Tren Deforestasi Masih Turun Dibandingkan Rata-rata Sedekade Doc: Antara
Ket. Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kemenhut Agus Budi Santosa (tengah) dalam konferensi pers di Kantor Kemenhut, Jakarta, Senin (24/3).

Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut luas deforestasi mencapai 175,4 ribu hektare pada 2024 memperlihatkan kenaikan jika dibandingkan tahun lalu, meski mempertahankan tren luasan yang rendah dibandingkan periode satu dekade terakhir.

Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kemenhut Agus Budi Santosa dalam konferensi pers di Kantor Kemenhut, Jakarta, Senin, mengatakan luas tutupan hutan Indonesia tahun lalu mencapai 95,5 juta hektare dengan angka deforestasi netto tercatat 175,4 ribu hektare.

"Ini memang naik dibandingkan dengan tahun 2023, tetapi secara tren 10 tahun terakhir, angkanya ini trennya masih turun. Jadi trennya ini masih turun dibandingkan dengan untuk laju 10 tahun," kata Agus.

Jumlah deforestasi netto itu didapat dari deforestasi bruto sebesar 216,2 ribu hektare yang dikurangi luas reforestasi 40,8 ribu hektare untuk mendapatkan luasan 175,4 ribu. Angka itu lebih tinggi dibandingkan deforestasi yang tercatat 121,1 ribu hektare pada 2023, menurut data Kemenhut.

Sementara itu deforestasi pada periode 2021-2022 mencapai sebesar 104 ribu hektare dan pemantauan hutan 2020-2021 menunjukkan deforestasi Indonesia sebesar 113,5 ribu hektare.

Indonesia sendiri mulai menghitung deforestasi sejak 1990, dengan catatan deforestasi tertinggi terjadi pada periode 1996 sampai 2000, sebesar 3,5 juta hektare per tahun. Periode 2002 sampai 2014 sebesar 0,75 juta hektare per tahun, dan mencapai titik terendah laju deforestasi pada 2022 sebesar 104 ribu hektare.

Agus menyebut luasan deforestasi pada 2024 disebabkan sejumlah faktor termasuk kebakaran hutan dan lahan serta pembalakan liar (illegal logging). Deforestasi terbesar terjadi di wilayah Kalimantan Timur dan reforestasi atau penambahan tutupan hutan terbesar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat, meski belum memaparkan secara rinci jumlah luasannya.

"Yang kita tidak tahu kalau kita lihat dari atas adalah penyebabnya. Tapi setelah kita kirim ground check namanya, ngecek data yang di penafsiran dengan di lapangan, kita jadi tahu , ternyata penyebab deforestasi sebagian besarnya adalah karena kebakaran hutan, penyebab terbesarnya juga karena adanya perambahan kawasan hutan," tutur Agus.

Sebaiknya Anda baca juga:

Terkait hal itu, dia menyebut Kemenhut sudah menyiapkan dan melaksanakan beberapa langkah strategis yang telah dilakukan dalam upaya menekan angka deforestasi meliputi pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta penerapan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.