Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peluang Masih Ada, Pertahanan Harus Dibenahi Total

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 06:53 WIB | Oleh:
Peluang Masih Ada, Pertahanan Harus Dibenahi Total Doc: Saeed KHAN/AFP
Ket. HADANG PEMAIN AUSTRALIA I Pemain Indonesia Calvin Verdonk (kanan) berupaya menghalangi pemain Australia Martin Boyle dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Australia dan Indonesia di Sydney pada 20 Maret 2025.

JAKARTA - Kesalahan lini pertahanan, buruknya koordinasi dan komunikasi membuat tim nasional Indonesia kalah telak 1-5 dari Australia dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Asia Zona Asia. Hasil pertandingan yang berlangsung di Sydney Stadium, Kamis (20/3) menjadi debut yang mengecewakan bagi pelatih baru timnas Indonesia Patrick Kluivert.

Meski kalah telak dari Australia, Timnas Indonesia lebih banyak melakukan penguasaan bola. Bahkan di babak pertama tim asuhan Patrick Kluivert itu memiliki penguasaan bola hingga 64 persen. Indonesia sebenarnya memiliki peluang emas lewat penalti di awal laga, tetapi Kevin Diks gagal mengeksekusinya setelah bola hanya membentur tiang.

1742481475_7d03969bab78166f6a22.jpg

Beberapa menit kemudian, Australia mendapatkan penalti setelah tinjauan VAR, yang sukses dikonversi oleh Martin Boyle. Hanya berselang dua menit, Nishan Velupillay menggandakan keunggulan tuan rumah setelah memanfaatkan umpan Adam Taggart. Jackson Irvine memperbesar skor menjadi 3-0 pada menit ke-34 setelah memanfaatkan bola muntah dari penyelamatan Maarten Paes.

Di babak kedua, Lewis Miller dan Irvine kembali mencetak gol lewat situasi sepak pojok yang dieksekusi Craig Goodwin. Ole Romeny sempat mencetak gol hiburan bagi Indonesia, tetapi itu tidak cukup untuk menghindarkan Skuad Garuda dari kekalahan telak. Socceroos tampil tanpa beberapa pemain andalan seperti Harry Souttar dan Riley McGree, tetapi tetap menunjukkan dominasi mereka.

Australia bermain efektif meski tidak terlalu banyak menguasai bola, menunggu momentum yang tepat untuk menyerang. Secara keseluruhan dari laga tersebut, pertahanan Indonesia terlihat rapuh. Kesalahan koordinasi di lini belakang, terutama dalam membaca pergerakan lawan, menjadi faktor utama kebobolan.

Gol ketiga Australia menunjukkan kurangnya penjagaan terhadap pemain lawan di area terlarang, sementara gol keempat tercipta akibat kelengahan Sandy Walsh dalam mengantisipasi pergerakan Miller. Kekalahan ini semakin memperjelas beratnya tugas Kluivert dalam membangun tim yang lebih solid. Mantan striker Barcelona itu ditunjuk pada Januari menggantikan Shin Tae-yong, yang sebelumnya membawa Indonesia menang 1-0 atas Arab Saudi.

Kini, Indonesia harus memenangkan laga kandang melawan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pekan depan untuk menjaga asa lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya. Organisasi permainan timnas Indonesia masih perlu banyak perbaikan, terutama dalam komunikasi dan transisi bertahan.

Beberapa pemain seperti Ole Romeny dan Thom Haye menunjukkan potensi, tetapi beberapa lainnya, seperti Marselino Ferdinan dan Kevin Diks, tampil di bawah performa terbaik mereka. Untuk laga selanjutnya, formasi dan strategi harus dievaluasi agar Indonesia tidak kembali kecolongan dalam laga krusial melawan Bahrain dan Tiongkok. Dengan dua kemenangan di laga sisa, peluang tetap terbuka bagi Indonesia untuk melangkah lebih jauh.

Jalannya Laga

Indonesia berpeluang mencetak gol cepat pada menit ketujuh setelah mendapat tendangan penalti. Penalti didapat setelah Rafael Struick dijatuhkan Kye Rowles. Namun, Kevin Diks yang menjadi eksekutor penalti gagal melakukan tugasnya. Penalti Diks hanya mengenai tiang gawang.

Pada menit ke-17, justru Australia yang mendapat penalti setelah Nathan Tjoe A On melanggar Lewis Miller. Martin Boyle yang mengambil penalti berhasil mengecoh Maarten Paes dan membawa Australia unggul 1-0 pada menit ke-18. Dua menit kemudian, atau menit ke-20, Australia berhasil menggandakan keunggulan lewat Nishan Velupillay.

Berawal dari tendangan Thom Haye yang mengenai salah satu pemain Australia, bola justru jatuh ke kaki Velupillay yang lolos jebakan offside. Indonesia kembali kebobolan pada menit ke-34. Jackson Irvine berhasil membobol gawang Paes setelah tidak terkawal di kotak penalti Indonesia usai menerima umpan tarik dari sisi kanan.

1742481545_72fd04e4386c3542bc48.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

36 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.