Panderman, Gunung Putri Tidur yang Ramah Didaki
📅 Jumat, 21 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh: Arif
Doc: Istimewa
Jika ingin menikmati puncak gunung dengan pendakian ringan bisa datang ke Kota Batu. Di sini ada Gunung Panderman yang menjadi favorit untuk pendakian ringan dengan cara trekking.
Gunung panderman memiliki puncak kadap ketinggian 2.045 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bagi masyarakat Batu dan Malang gunung ini sudah tidak asing lagi. Untuk Kota Batu sendiri gunung ini menjadi pandangan utama lanskap kota ini.
Letaknya berada di antara Kabupaten Malang dan Kota Batu. Dari kota batu posisinya berada di barat daya. Sedangkan dari Kota Malang berada di arah barat laut.
Dari mana asal nama “Panderman” yang agak kurang biasa bagi budaya setempat? Konon katanya nama Panderman berasal dari asal kata "dermo" dalam bahasa jawa berarti 'sekedar.' Seperti umumnya di Jawa, dulunya gunung sering dijadikan tempat bertapa.
Begitu juga dengan gunung Panderman. Karena letaknya yang tidak terlalu jauh dari pemukiman dan juga tidak terlalu tinggi dibanding gunung disekitarnya, maka gunung ini hanya 'sekedar' digunakan untuk menyepi sejenak, merenungi diri atau dalam bahasa Jawa "sadermo mandireng pribadi."
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu keunikan dari deretan gunung ini adalah fenomena alamnya yang disebut dengan “Gunung Putri Tidur.” Tiga puncak gunung yang berderet dari utara ke selatan dari kejauhan seperti membentuk sketsa yang menyerupai sosok putri yang sedang tertidur.
Sketsa Putri Tidur dapat dilihat dengan baik dari Kota Malang. Pertama Gunung Panderman paling utara sebagai kakinya, Gunung Kawi di tengah sebagai dadanya, dan Gunung Butak yang berada di selatan sebagai kepalanya.
Bagi wisatawan awam non pendaki, Gunung Panderman menawarkan cara mudah mencapai puncak gunung. Jalur pendakian yang ramah dan mudah diakses membuatnya cocok untuk pengunjung umum atau mereka yang baru memulai kegiatan pendakian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jalur pendakiannya yang relatif mudah disebut mirip dengan Gunung Prau di Kabupaten Wonosobo, karena titik dimulainya penelusuran sudah dekat dengan puncak. Dengan trek yang menyenangkan, dan menghibur dengan pemandangan indah di sepanjang perjalananan membuat pendakin terasa mudah.
Mengutip dari laman Manusia Lembah, diperlukan waktu kira-kira tiga jam untuk mendaki dan menuruni Gunung Panderman. Ada dua jalur Gunung Panderman, yaitu jalur pendakian via Dukuh Toyomerto dan jalur pendakian via Curah Banteng
Dukuh Toyomerto, di Desa Pesanggrahan biasanya digunakan yaitu jalur pendakian. Sementara jalur Curah Banteng merupakan jalur pintas yang cukup menantang, karena itu jarang yang lewat jalur ini kecuali ingin bersusah-susah.
Melalui jalur pendakian Dukuh Toyomerto, di Desa Pesanggrahan akan melewati tiga pos pendakian sebelum menuju ke puncak. Dengan ketinggian tersebut Gunung Panderman menjadi destinasi yang terbuka bagi wisatawan dan pendaki.
Waktu tempuh menuju puncak biasanya berkisar antara 3 hingga 4 jam, sebuah durasi yang relatif singkat untuk gunung dengan ketinggian di atas 2.000 mdpl. Oleh karenanya gunung ini direkomendasikan bagi wisatawan atau pendaki pemula.
Puncak tertinggi gunung ini disebut Puncak Basundara, yang menawarkan pemandangan menakjubkan dari seluruh wilayah Batu. Namun, mencapai puncak tidaklah pekerjaan yang mudah, terutama karena area pendakian yang berpasir. Kondisi ini mirip dengan pendakian Gunung Semeru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!