Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ilmuwan Tiongkok Wujudkan Komunikasi Kuantum yang Aman

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ilmuwan Tiongkok Wujudkan Komunikasi Kuantum yang Aman Doc: Kredit : Y. Li et al./Nature
Ket. Satelit seukuran kulkas Jinan-1, sebelum diluncurkan pada 2022.

HEFEI - Tim yang dipimpin oleh ilmuwan Tiongkok telah berhasil mewujudkan komunikasi kuantum yang aman berjarak lebih dari 12.900 kilometer antara Tiongkok dan Afrika Selatan.

Dengan menggunakan satelit mikro nano Jinan-1 dan stasiun bumi berukuran kompak, terobosan baru dalam teknologi kuantum ini menunjukkan potensi komunikasi kuantum yang aman dengan skala global.

Untuk pertama kalinya di dunia, tim yang dipimpin oleh Universitas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tiongkok tersebut berhasil melakukan distribusi kunci kuantum (quantum key distribution/QKD) secara aktual antara satelit dan stasiun-stasiun bumi berukuran kecil, termasuk satu stasiun yang berlokasi di Stellenbosch, Afrika Selatan.

Memanfaatkan pencapaian teknis itu, para ilmuwan Tiongkok, yang berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dari Universitas Stellenbosch, berhasil mendemonstrasikan komunikasi antiperetas dengan jarak terjauh yang melintasi belahan Bumi hingga saat ini.

“Satelit tersebut, yang disebut Jinan-1, sepuluh kali lebih ringan, 45 kali lebih murah, dan jauh lebih efisien daripada pendahulunya, Micius, yang diluncurkan pada tahun 2016,” kata Jian-Wei Pan, fisikawan kuantum di Universitas Sains dan Teknologi di Hefei, Tiongkok, yang memimpin tim tersebut.

Tim Pan juga mengecilkan penerima stasiun darat dari 13.000 kilogram menjadi 100 kilogram yang portabel. "Kami ingin meningkatkan teknologi dari sekadar bukti prinsip menjadi benar-benar praktis dan berguna," ungkap dia.

Hasil kerja tim itu dipublikasikan pada Rabu (19/3) dalam jurnal Nature. Para pengulas sejawat (peer reviewer) di jurnal itu memuji pencapaian tersebut sebagai prestasi yang mengesankan secara teknis yang mewakili kemajuan signifikan menuju konstelasi node terpercaya untuk layanan satelit QKD yang tersebar luas dan menunjukkan kematangan teknologi satelit QKD.

QKD yang juga dikenal sebagai komunikasi kriptografi kuantum, adalah teknologi komunikasi generasi berikutnya yang pada dasarnya memblokir peretasan dengan menerapkan prinsip mekanika kuantum.

Teknologi komunikasi ini memanfaatkan fenomena "superposisi kuantum", dimana partikel-partikel kecil dapat secara bersamaan menyimpan informasi digital 0 dan 1. Selama proses pengiriman informasi, partikel-partikel tersebut muncul sebagai 0 dan 1, dan jika upaya peretasan mempengaruhi partikel-partikel tersebut dari luar, keadaan superposisi kuantum akan runtuh, mendistorsi informasi itu sendiri, sehingga mencegah penyadapan oleh pihak ketiga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.