Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Skill Bukan Pilihan, Melainkan Keharusan bagi Pekerja Migran

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 14:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Skill Bukan Pilihan, Melainkan Keharusan bagi Pekerja Migran Doc: ANTARA/ Suriani Mappong
Ket. Wakil Menteri P2MI Christina Aryani (tengah) bersama para dosen dan mahasiswa Politeknik ATI Makassar usai Kuliah Umum di Kampus Politeknik ATI Makassar, Rabu (19/3/2025).

MAKASSAR – Pekerja migran menghadapi tantangan besar di negara tujuan, mulai dari persaingan tenaga kerja, adaptasi budaya, hingga regulasi yang ketat. Mengembangkan skill (keterampilan) sangat penting agar mereka dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan pendapatan, serta memiliki peluang karier yang lebih luas.

Pengembangan skill bagi pekerja migran bukan hanya membantu mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan keamanan kerja, peluang karier, dan kesejahteraan jangka panjang. Dengan keterampilan yang terus berkembang, pekerja migran bisa lebih mandiri dan sukses, baik di luar negeri maupun setelah kembali ke tanah air.

Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani mengatakan dunia global saat ini jauh berbeda dengan sebelumnya sehingga pekerja migran harus menyesuaikan.

"Dunia global sudah jauh berbeda, penempatan pekerja migran kini yang dibutuhkan adalah yang trampil, kalau sebelumnya untuk pekerja domestik," kata Christina saat memberikan Kuliah Umum di Kampus Politeknik Akademi Teknik Industri (ATI) Makassar, Rabu (19/3).

Pada kuliah umum tersebut yang mengusung tema "Mendunia dari Kampus untuk Membangun Daya Saing Global", Wamen P2MI mengajak mahasiswa ATI Makassar untuk dapat mempersiapkan diri memasuki dunia kerja berkualifikasi internasional.

Dia mengatakan, kehadirannya di Poltek ATI Makassar untuk mencari talenta berbakat mengingat dunia kerja global khusus di sektor industri itu menuntut keahlian dan keterampilan.

Karena itu, pemerintah hadir untuk menjembatani hal tersebut dan tahun ini pemerintah menargetkan 425 ribu PMIdengan target penghasilan Rp349,4 triliun.

"Saat ini banyak dibutuhkan tenaga kerja untuk pengelasan (las) di Jepang, Jerman dan Korea Selatan," katanya.

Menurut dia, pengiriman PMI harus melalui jalur resmi lewat pemerintah, agar dapat terhindar dari permasalahan dan dideportasi.

Sementara itu, Direktur Politeknik ATI Makassar Ir Muhammad Basri MM mengatakan, sebagai akademi binaan Kementerian Perindustrian, terdapat aspek yang diterapkan untuk menghasilkan SDM Industri yang handal.

Keempat aspek itu mencakup peningkatan kualitas pendidikan, kemampuan mahasiswa, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta kemampuan meningkatkan komunikasi dan kerja sama.

Hal itu dilakukan sebagai upaya peran strategis menghadapi persaingan global. Termasuk penguatan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan tenaga kerja Indonesia dan membuka peluang bagi lulusan pendidikan vokasi untuk mengisi bursa kerja di luar negeri.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM industri, Masrokhan mengatakan, lembaga yang dipimpinnya memiliki 29 satuan kerja (satker) yang tersebar di Indonesia.

Sementara Indonesia mendapatkan bonus demografi dengan 67,5 persen usia produktif dari total penduduk sekitar 278 juta jiwa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

18 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

28 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

33 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.