Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Kendur! Bulog Didesak Maksimalkan Serapan Beras di Musim Panen Ini

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 17:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Kendur! Bulog Didesak Maksimalkan Serapan Beras di Musim Panen Ini Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Panen padi.

SEMARANG – Perum Bulog diingatkan untuk memenuhi target penyerapan sebanyak 2 juta ton beras dalam negeri hingga April 2025.

Serapan Bulog tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Indonesia.

"Karena target Bulog harus menyerap beras sampai akhir April 2025 kira-kira 2 juta ton. Sekarang baru 450 (ribu ton)," kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), usai meninjau Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak, di halaman Kantor Kecamatan Mijen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/3).

Saat ini, kata dia, pada Maret tinggal tersisa 10 hari, sehingga setidaknya penyerapan beras hingga akhir bulan harus mencapai 750 ribu-800 ribu ton.

"Hari ini sudah tanggal 20 Maret. 10 hari lagi Maret selesai. Jadi Maret ini kalau tidak dapat 700-800.000 (ton), awas hati-hati. Harus Maret ini dapat 750-800.000 (ton). Baru nanti April bisa ngejar," katanya lagi.

Apabila serapan beras petani oleh Bulog hingga April 2025 mencapai 1-2 juta ton, maka tidak perlu lagi dilakukan impor beras.

Selain itu, Zulhas mengingatkan bahwa pemerintah telah menetapkan harga Gabah Kering Panen (GKP) yang harus diterima oleh Perum Bulog yaitu Rp6.500 per kilogram, untuk mendukung petani dan menjaga keseimbangan pasar beras di dalam negeri.

"Kalau ada yang membeli di bawah Rp6.500 bisa dipenalti. Nah, jadi rata-rata sudah Rp6.500 sehingga kami harapkan petani-petani kita bisa lebih bisa lebih makmur, bisa lebih sejahtera," katanya.

Demikian pula dengan komoditas jagung, kata dia, sebab komoditas tersebut penting karena keterkaitannya dengan komoditas-komoditas lainnya.

"Karena jagung itu penting. Ada terkait kalau jagungnya impor, maka nanti harga ayam, harga telur mahal. Karena bahan makan, pakan itu sebagian besar dari jagung," katanya pula.

Ia bersyukur proyeksi produksi jagung pada tahun ini bisa mencapai 16 juta ton, sedangkan kebutuhan domestik yang harus dipenuhi sekitar 11 juta ton.

"Oleh karena itu, kami juga berusaha keras agar jagung di masyarakat juga bisa dibeli dengan harga Rp5.500 per kg," katanya.

Setelah itu, kata dia, ketercukupan protein menjadi perhatian selanjutnya dengan pengembangan budi daya perikanan dan peternakan.

"Nanti kami akan mengembangkan budi daya ikan. Ya, kemudian peternakan susu sapi. Memperbanyak nanti peternakan-peternakan ayam dan petelur dan seterusnya," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.