Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Imbas Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Tambora Masih Ditutup

📅 Kamis, 20 Mar 2025, 22:06 WIB | Oleh:
Imbas Cuaca Ekstrem, Jalur Pendakian Gunung Tambora Masih Ditutup Doc: (ANTARA/HO-Balai Taman Nasional Tambora)
Ket. Pendakian Gunung Tambora masih ditutup menyusul terjadinya cuaca ekstrem yang bisa membahayakan untuk pendaki. Keputusan ini berlaku sejak tanggal 2 Januari hingga masih belum ada kepastian kapan pendakian akan dibuka kembali.

DOMPU - Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) menyatakan jalur pendakian Gunung Tambora di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, masih ditutup imbas cuaca ekstrem berupa hujan intensitas sedang hingga deras yang disertai angin kencang maupun petir.

"Keputusan penutupan itu sudah berlaku sejak 2 Januari 2025 dan masih belum ada kepastian kapan pendakian dibuka kembali," kata Kepala BTNT Deny Rahadi saat diwawancarai Antara di Dompu, Kamis 920/3).

Deny mengatakan keputusan itu diambil oleh Kementerian Kehutanan melalui BTNT dengan mempertimbangkan faktor keselamatan wisatawan.

Jalur pendakian Gunung Tambora masuk ke dalam wilayah Kabupaten Dompu dan Bima. Kondisi cuaca saat ini masih tergolong berbahaya bagi para pendaki.

1742473514_88ad1035801db9ed1e9a.jpeg

Selama beberapa bulan terakhir kawasan Gunung Tambora diguyur hujan deras yang disertai angin kencang, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan bagi para pendaki. Penurunan suhu ekstrem bisa menyebabkan hipotermia bagi pendaki yang tidak siap dengan perlengkapan memadai.

"Kami melakukan penutupan dengan memperhatikan kondisi cuaca yang terus dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai angin kencang dan petir," ujarnya.

Selain memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung ke kawasan Taman Nasional Tambora, penutupan semua jalur pendakian juga menjadi bagian dari pemulihan kondisi kawasan secara alami.

Deny mengungkapkan meski jalur pendakian sudah ditutup pihak Balai Taman Nasional Tambora tetap melakukan pengawasan dengan cara menempatkan delapan orang petugas di masing-masing pintu masuk jalur pendakian untuk mencegah orang melakukan pendakian secara ilegal.

Jika ada wisatawan yang ingin berkunjung, maka bisa diarahkan ke objek wisata bukan pendakian yang masih tetap dibuka untuk umum, yakni Air Terjun Oi Marai, atraksi rusa di Sanctuary, dan lain-lain.

"Kawasan wisata di dalam Taman Nasional Tambora bisa dikunjungi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," ucap pria yang sudah 10 tahun mengabdi di BTNT tersebut.

Gunung Tambora merupakan gunung berapi aktif dengan ketinggian 2.850 meter di atas permukaan laut yang membentang di dua kabupaten, yakni Dompu (lereng barat dan selatan) serta Bima (lereng timur dan utara).

Gunung Tambora memiliki empat jalur pendakian dan masih ditutup hingga kini, yakni jalur Doro Ncanga dan jalur Pancasila di Kabupaten Dompu; jalur Piong dan jalur Kawinda Toi di Kabupaten Bima. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.