Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BBMKG Memprakirakan Sejumlah Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat pada Rabu

📅 Selasa, 18 Mar 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BBMKG Memprakirakan Sejumlah Wilayah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat pada Rabu Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi hujan lebat.

MEDAN– Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprakirakan sejumlah wilayah di Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Rabu (19/3).

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang di Pantai Barat, pegunungan dan Lereng Barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir dan longsor," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Putri Afriza, Selasa (18/3).

Secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Rabu (19/3) pagi cerah berawan namun berpotensi hujan dengan intensitas ringan di Nias Selatan dan sekitarnya.

Sementara pada siang dan sore hari berpotensi hujan dengan intensitas sedang di Pakpak Bharat, Tapanuli Tengah dan sekitarnya.

Serta pada malam hari berawan dan berpotensi hujan lebat di wilayah Pakpak Bharat dan pada dini hari berpotensi hujan ringan di wilayah Tapanuli Tengah dan sekitarnya.

Suhu udara rata-rata 13-31 derajat Celsius, kelembaban udara 70 hingga 100 persen dan angin bertiup dari Utara ke Timur Laut dengan kecepatan 3-6 km per jam.

Sebelumnya Prakirawan Stasiun Meteorologi kelas II Maritim Belawan Rizki Fadhillah Pratama Putra mengatakan tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias dan Perairan Barat Kepulauan Batu.

"Kondisi tersebut berpotensi terjadi mulai 18 hingga 21 Maret 2025," katanya.

Bibit siklon 91S terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat bergerak ke arah Barat Daya-Barat yang dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut-Timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 6-30 knot.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BNN: Narkotika Varian Cair ...
Daerah
Seorang Pendaki Gunung Kayu...
Mentan Amran Ancam “Blacklist” Penyedia Benih Nakal di Indonesia

Mentan Amran Ancam “Blacklist” Penyedia Benih Nakal di Indonesia

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.