Trump dan Putin Dijadwalkan Bertemu, Bahas Gencatan Senjata di Ukraina
📅 Senin, 17 Mar 2025, 13:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AsiaOne
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, diperkirakan akan berbicara dengan Presiden Russia, Vladimir Putin, dalam minggu ini untuk membahas cara mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga tahun di Ukraina.
Pembicaraan ini menyusul pertemuan antara utusan AS, Steve Witkoff, dengan Putin di Moskow, yang disebutnya sebagai pertemuan yang positif.
Witkoff, yang bertemu dengan Putin pada Kamis malam, mengungkapkan harapannya bahwa percakapan antara kedua pemimpin akan berlangsung dalam waktu dekat.
"Saya berharap akan ada panggilan telepon dengan kedua presiden minggu ini, dan kami juga terus terlibat dan berdiskusi dengan pihak Ukraina," katanya dalam wawancara dengan CNN.
Trump sedang berusaha memperoleh dukungan dari Putin untuk gencatan senjata selama 30 hari yang telah disetujui oleh Ukraina pada pekan lalu. Konflik di medan perang semakin memanas, dengan serangan udara besar-besaran terus terjadi, sementara Rusia semakin mendekati keberhasilan dalam mengusir pasukan Ukraina dari wilayah yang mereka kuasai di Kursk, bagian barat Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam unggahan di media sosial pada Jumat lalu, Trump mengungkapkan optimismenya terhadap peluang untuk mengakhiri perang ini.
"Ada peluang yang sangat besar bahwa perang yang mengerikan dan berdarah ini akhirnya akan berakhir," tulisnya, seraya menekankan bahwa ia telah meminta Putin untuk tidak membunuh ribuan tentara Ukraina yang terusir dari Kursk.
Putin menyatakan kesiapannya untuk memenuhi permintaan Trump terkait keselamatan tentara Ukraina, dengan syarat mereka bersedia menyerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kremlin juga menyampaikan bahwa Putin telah mengirimkan pesan kepada Trump mengenai rencana gencatan senjata melalui Witkoff, menunjukkan "optimisme yang hati-hati" terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri konflik ini.
Dalam berbagai wawancara di program televisi pada hari Minggu, sejumlah pejabat AS menegaskan bahwa masih banyak tantangan yang harus diselesaikan sebelum Russia dapat menyetujui gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, serta penasihat keamanan nasional Trump, Mike Waltz, menyoroti bahwa negosiasi damai membutuhkan kompromi dari kedua belah pihak.
Ketika ditanya dalam wawancara di ABC mengenai kemungkinan AS menerima kesepakatan yang mengizinkan Rusia tetap menguasai sebagian wilayah timur Ukraina, Waltz menanggapi dengan pernyataan yang realistis.
"Apakah kita akan mengusir setiap orang Rusia dari setiap jengkal tanah Ukraina?" ujarnya, menegaskan bahwa perundingan harus mempertimbangkan situasi di lapangan.
Rubio menambahkan dalam wawancara dengan CBS bahwa kesepakatan damai akhir akan membutuhkan banyak usaha dan kompromi dari kedua belah pihak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!