RPP Keamanan Pangan Digodok, Bapanas Siap Dukung Prosesnya
📅 Senin, 17 Mar 2025, 21:43 WIB | Oleh: Tim RedaksiMenurut Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, perawatan berkala perlu diterapkan pada stok beras yang ada di Gudang Perum Bulog. Akan tetapi tetap harus bersandar pada standar keamanan pangan, terutama pada implementasi food grade.
"Saya mau kasih penjelasan lain. Kalau misalnya barang-barang ini diberikan misalnya fumigasi atau zat kimia berlebihan, itu malah nggak ada kutu. Tapi kalau ini food grade, itu memang dia biasanya suka ada seperti itu," paparnya.
Makanya harus ada perawatan berkala. Jadi ada waktunya, tetapi kualitas yang masuk ke Bulog, harus baik. Kadar airnya harus 14 presen, kemudian disimpan di Gudang dengan kondisi tertentu. Itu kan sudah ada check list-nya. Saya yakin Bulog mengerjakannya," katanya.
Ia juga menampik penyebab stok beras terendap lama dikarenakan tidak ada penyaluran. "Ini kan dimanfaatkan. Saat ini kan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) 150 ribu ton. Perintahnya Pak Menko Pangan. Hanya yang membedakan adalah apabila daerah panen, jangan diguyur, nanti harga petaninya jatuh," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita lagi ingin mengangkat harga petani, sehingga SPHP itu di daerah-daerah yang kita lihat angka beras mediumnya naik. Misalnya Zona 2 dan 3. Jadi pemilihan tempat-tempat untuk stabilisasi, khusus beras, kita harus benar-benar lihat mana daerah yang sedang panen atau tidak," tutupnya.
Mengenai program SPHP beras, dari total target penyaluran 150 ribu ton tersebut, terbagi untuk Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi) dialokasikan sebanyak 50 ribu ton. Kemudian, Zona 2 (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, NTT, dan Kalimantan) sebanyak 84,5 ribu ton. Terakhir, Zona 3 (Maluku dan Papua) dialokasikan 15,5 ribu ton.
Per 14 Maret, realisasi penyaluran beras SPHP di tingkat konsumen dalam rangka HBKN di Maret ini telah menyentuh angka 30,45 ribu ton atau 20,3 persen dari target 150 ribu ton. Dengan adanya penyaluran kembali program SPHP beras ini, diyakini akan memperkuat daya beli masyarakat dan inflasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!