Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman mikroplastik di Kepulauan Seribu (2/2)

📅 Senin, 17 Mar 2025, 16:40 WIB | Oleh:

"Fakta bahwa mikroplastik menempel pada kulit manusia menjadi bukti bahwa paparan terhadap polutan ini tidak hanya terjadi melalui makanan dan minuman, tetapi juga melalui kontak langsung dengan lingkungan," kata Rafika.

Keberadaan mikroplastik di ekosistem pesisir berisiko bagi kesehatan masyarakat dan kehidupan laut karena partikel-partikel kecil ini dapat masuk ke dalam rantai makanan dan berpotensi membawa bahan kimia berbahaya.

Temuan ini patut menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa pengelolaan sampah yang lebih baik serta pengurangan penggunaan plastik sekali pakai sangat diperlukan untuk melindungi lingkungan dan kesehatan manusia.

Indonesia saat ini belum memiliki baku mutu mikroplastik, padahal partikel ini telah ditemukan di seluruh komponen ekosistem.

Manajer Divisi Edukasi Ecoton Alaika Rahmatullah mengatakan, tanpa regulasi yang jelas, risiko pencemaran dan paparan mikroplastik akan terus meningkat.

"Upaya mitigasi yang dapat dilakukan di antaranya pemerintah harus mempercepat penerapan kebijakan pengurangan plastik dan memperluas larangan plastik sekali pakai, merancang kebijakan transisi ke sistem kemasan guna ulang sebagai solusi berkelanjutan," kata Alaika.

Senada dengan data temuan AZWI, data yang dihimpun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta juga menemukan adanya peningkatan jumlah mikroplastik di perairan Jakarta di setiap tahunnya.

"Pemantauan kelimpahan mikroplastik ini kami lakukan sejak 2022, berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 322 tahun 2022. Penelitian ini dilakukan di dua musim, musim kemarau dan musim hujan, dan terlihat memang ada peningkatan jumlah mikroplastik di tiap tahunnya," kata Rahmawati selaku Kepala Sub Kelompok Pemantauan Kualitas Lingkungan DLH DKI Jakarta.

Bahaya mikroplastik dalam darah

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr Pukovisa Prawirohardjo  PhD mengatakan mikroplastik di dalam tubuh manusia dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif.

Seseorang yang memiliki paparan tinggi terhadap mikroplastik berpotensi 36 kali lebih rentan untuk mengalami gangguan kognitif dibandingkan dengan yang tidak terpapar.

Hal itu terungkap dari riset yang dilakukannya bekerja sama dengan Greenpeace Indonesia.

Dalam riset tersebut, terungkap juga bahwa responden yang dalam darahnya ditemukan mikroplastik lebih berisiko untuk mengalami gangguan kognitif dibandingkan dengan responden yang hanya memiliki mikroplastik dalam feses dan urine.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

58 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.