Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polres Mamuju Tengah Mengajak Masyarakat Menolak Premanisme Berkedok Ormas

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 20:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polres Mamuju Tengah Mengajak Masyarakat Menolak Premanisme Berkedok Ormas Doc: ANTARA
Ket. Kapolres Mamuju Tengah AKBP Hengky K Abadi.

MAMUJU– Polres Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, menggelar sosialisasi peningkatan partisipasi masyarakat menolak segala bentuk premanisme, terutama yang berkedok organisasi kemasyarakatan (ormas).

"Melalui sosialisasi ini, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak takut melapor dan berani menolak praktik premanisme yang merugikan keamanan serta ketertiban wilayah," tegas Kapolres Mamuju Tengah Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Kristanto Abadi, di Sulbar, Minggu (16/3).

Pada sosialisasi tersebut, personel Humas Polres Mamuju Tengah bersama jajaran kepolisian setempat, turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pelaku usaha terkait modus-modus premanisme yang sering terjadi.

Pada kegiatan itu, personel Humas Polres Mamuju Tengah menekankan bahwa ormas sejatinya adalah wadah untuk membangun dan mengayomi masyarakat, bukan untuk menekan atau memeras dengan dalih kepentingan kelompok tertentu.

Selain itu, kepolisian juga mensosialisasikan berbagai langkah yang dapat diambil oleh masyarakat apabila menemukan tindakan premanisme, salah satunya melalui layanan darurat 110.

"Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh warga, khususnya pelaku usaha dan investor, untuk segera melaporkan tindakan premanisme yang mengganggu kegiatan ekonomi maupun kehidupan sosial mereka," terang Hengky Kristanto.

Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberi ruang bagi aksi premanisme yang mengatasnamakan ormas.

Polres Mamuju Tengah juga tambahnya, siap memberikan perlindungan kepada masyarakat dan akan menindak tegas pelaku yang terbukti melakukan aksi premanisme.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menolak segala bentuk premanisme dan tidak segan untuk melaporkan apabila menemukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum," ujar Hengky Kristanto.

Kapolres berharap melalui sosialisasi itu, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban bersama serta tidak mudah terintimidasi oleh oknum-oknum yang menyalahgunakan nama organisasi.

"Mari bersama-sama wujudkan Mamuju Tengah yang aman, damai dan bebas dari premanisme," kata Hengky Kristanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.