Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ketahanan Pangan Melaju di Atas Rel, KAI Angkut Ratusan Ribu Ton Hasil Bumi

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 14:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketahanan Pangan Melaju di Atas Rel, KAI Angkut Ratusan Ribu Ton Hasil Bumi Doc: ANTARA/HO-Humas KAI
Ket. KAI angkut 110.558 ton hasil perkebunan dukung ketahanan pangan nasional.

JAKARTA – Moda transportasi kereta saat ini menjadi salah satu pilihan favorit dalam mendukung mobilitas manusia maupun barang. Kereta merupakan salah satu moda transportasi yang penting untuk keberlanjutan ekonomi dan pengurangan emisi karbon.

Kereta memiliki berbagai fungsi utama, diantaranya mengangkut orang dalam jumlah besar dengan efisiensi tinggi, baik untuk perjalanan dalam kota (KRL, MRT, LRT) maupun antarkota (kereta jarak jauh, kereta cepat). Selain itu, kereta juga berfungsi mengangkut komoditas seperti batu bara, minyak, hasil pertanian, baja, dan barang industri dalam jumlah besar dengan biaya lebih murah dibanding transportasi darat lainnya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mendukung ketahanan pangan nasional dengan mengangkut 110.558 ton hasil perkebunan periode Januari-Februari 2025, sebagai bagian dari komitmennya dalam meningkatkan angkutan komoditas strategis.

"Sepanjang Januari hingga Februari 2025, angkutan hasil perkebunan yang diangkut oleh KAI mencapai 110.558 ton, naik 2 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 108.148 ton," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (16/3).

Selain itu, Anne menyebutkan bahwa angkutan pupuk untuk mendukung pertanian juga mengalami lonjakan signifikan dari 1.675 ton pada Januari-Februari 2024 menjadi 5.190 ton pada periode yang sama di tahun 2025 atau meningkat sebesar 210 persen.

Dia menyampaikan bahwa peningkatan angkutan itu mencerminkan peran penting KAI dalam menjaga rantai pasok komoditas pertanian dan perkebunan.

"Sebagai moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan, KAI terus berupaya memastikan kelancaran distribusi hasil perkebunan dan pupuk ke berbagai daerah. Ini adalah langkah konkret kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Anne.

Peningkatan angkutan hasil perkebunan pada Januari 2025 mencapai 59.548 ton, naik dibandingkan Januari 2024 yang sebanyak 54.829 ton.

Komoditas hasil perkebunan yang diangkut KAI meliputi kelapa sawit untuk minyak goreng, tebu untuk gula, serta kopi dan kakao yang merupakan bahan baku industri makanan dan minuman.

Distribusi yang efisien melalui moda kereta api memungkinkan ketersediaan komoditas ini tetap terjaga dengan baik di seluruh Indonesia.

Sementara itu, angkutan pupuk mengalami peningkatan signifikan. Pada Januari 2025, KAI mengangkut 3.810 ton pupuk, naik drastis dibandingkan Januari 2024 yang hanya 690 ton. Begitu juga pada Februari 2025, angkutan pupuk mencapai 1.380 ton, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 985 ton.

"Peningkatan ini menunjukkan komitmen KAI dalam mendukung sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan pupuk yang sangat penting bagi produktivitas pertanian di berbagai wilayah," tuturnya.

Menurutnya, ketahanan pangan nasional tidak hanya bergantung pada produksi pangan, tetapi juga pada sistem distribusi yang efisien.

Keandalan moda transportasi kereta api memungkinkan pasokan komoditas pangan dan pertanian tetap stabil, terutama dalam menghadapi tantangan kondisi jalan raya yang sering kali menjadi kendala bagi transportasi darat lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Intervensi Terpadu untuk Me...
Megapolitan
Tim Catur DKI Jakarta Gelar...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.