Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindari Gagal Ginjal, Dengan Deteksi Dini PGK

📅 Minggu, 16 Mar 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Hindari Gagal Ginjal, Dengan Deteksi Dini PGK Doc: Istimewa
Ket. dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi dalam kegiatan Peringatan Hari Ginjal 2025 yang diselenggarakan oleh Bayer Indonesia di Jakarta pada hari Kamis (13/3).

JAKARTA - Saat ini, Penyakit Ginjal Kronis (PGK) masih menjadi tantangan kesehatan global. Diperkirakan lebih dari 800 juta orang di dunia atau lebih dari 10 persen populasi global mengalami PGK. Di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebut prevalensi PGK mencapai 0,38 persen atau 3,8 orang per 1.000 penduduk. 

Pada 2040 mendatang, PGK diproyeksi menjadi penyebab kematian terbanyak kelima secara global. Terlebih, banyak penyandang baru menyadari bahwa mereka terjangkit PGK ketika sudah mencapai tahap lanjut.

Penderita Diabetes Tipe 2 berpotensi mengalami PGK jika tidak mendapatkan terapi yang tepat sejak dini. Kesadaran mengenai PGK serta kualitas penanganan penyakit ini semakin urgen untuk ditingkatkan. Deteksi dini berperan kunci dalam mengetahui adanya PGK.

PGK merupakan kelainan struktur atau fungsi ginjal yang sudah berlangsung selama minimal 3 bulan, dengan dampak pada kesehatan, walaupun sering tidak bergejala dan tidak dirasakan. Namun PGK akan berlanjut terus dan sifatnya progresif.

Perkembangan PGK dapat diprediksi melalui tingkat Laju Filtrasi Glomerulus (LFG= Glumerulo Filtration Rate (GFR) dan pengukuran rasio albumin dan kreatinin di dalam urin (UACR). Salah satu kelompok yang paling berisiko adalah pasien dengan Diabetes Tipe 2.

Sekitar 40 persen pasien dengan Diabetes Tipe 2, diantaranya mengalami komplikasi PGK ini. Sayangnya, banyak penyandangnya tidak menyadari bahwa mereka telah mengalami PGK hingga sudah mencapai tahapan lanjut.

dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi, menjelaskan ada 5 tahap PGK. Namun banyak pasien yang baru mengetahui kondisi mereka ketika ginjalnya sudah mengalami kerusakan signifikan (tahap 4 - 5).

“Padahal, jika dideteksi dan ditangani lebih awal, risiko progresi ke gagal ginjal bisa dikurangi. Faktanya, hingga 80 persen kasus PGK sebenarnya bisa dicegah atau setidaknya diperlambat dengan intervensi yang tepat,” ujar kegiatan Peringatan Hari Ginjal 2025 yang diadakan Bayer di Jakarta pada hari Kamis (13/3).

Sebaiknya Anda baca juga:


Ia menambahkan, pentingnya memiliki kesadaran tentang deteksi dini untuk menjaga kesehatan ginjal, dengan secara mudah dan sederhana memeriksa urin (UACR) dan darah (ureum, kreatinin). Sebab, masih banyak pasien diabetes tipe 2 yang belum menyadari bagaimana memelihara kesehatan ginjal dan apa yang perlu dilakukan bila kemudian fungsi ginjalnya menurun.

Pemeriksaan laboratorium terhadap kadar kreatinin darah dan rasio albumin-kreatinin urin (UACR) menjadi upaya penting untuk mendeteksi adanya PGK sejak dini. Setelah deteksi dini pengobatan yang komprehensif diperlukan untuk mencegah PGK.


“Selain deteksi dini, pendekatan pengobatan yang komprehensif juga dibutuhkan untuk mencegah PGK. Pengobatan standar PGK yaitu mengendalikan faktor-faktor resiko/penyebabnya meliputi pengaturan diet/asupan makanan (metabolik) dan pengendalian Tekanan Darah (hemodinamik),” terangnya.

Terapi PGK

Perkembangan sains dan teknologi di bidang kesehatan telah menghadirkan berbagai solusi inovatif yang dapat membantu memperlambat progresi PGK, terutama pada pasien Diabetes Tipe 2. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa inflamasi dan fibrosis (kerusakan) berperan besar dalam mempercepat kerusakan ginjal.

“Oleh karena itu, strategi terapi yang menargetkan mekanisme ini menjadi salah satu langkah penting dalam pengelolaan PGK,” lanjut Tunggul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.