Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

5 Gejala Penyakit Ginjal Kronis yang Tidak Boleh Diabaikan

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 08:59 WIB | Oleh:
5 Gejala Penyakit Ginjal Kronis yang Tidak Boleh Diabaikan Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi

Penyakit ginjal kronis (PGK) memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Penyakit ini merupakan kondisi jangka panjang yang menyebabkan ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya. 

Dari Times of India, meskipun merupakan kondisi yang umum, banyak orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya gejala pada tahap awal. Namun, ketika penyakit ini sudah lanjut, ginjal dapat berhenti bekerja sama sekali. PGK juga meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya seperti penyakit jantung dan stroke. Deteksi dini sangat penting untuk memperlambat perkembangan PGK dan meningkatkan hasil. Berikut adalah lima gejala peringatan PGK yang tidak boleh Anda abaikan.

Kelelahan

Kelelahan atau kelemahan yang terus-menerus merupakan tanda dari penyakit ginjal kronis. Ginjal menyaring limbah dan cairan berlebih dari darah. Namun, jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, racun akan menumpuk dan menyebabkan kelelahan. Merasa sangat lelah, bahkan setelah beristirahat, merupakan tandanya. Anemia sering terlihat pada penyakit ginjal kronis karena berkurangnya produksi sel darah merah.

Pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau telapak kaki

Pembengkakan, atau edema, pada ekstremitas bawah merupakan tanda peringatan disfungsi ginjal. Ginjal yang rusak kesulitan mengeluarkan cairan berlebih, yang menumpuk di jaringan. Gejala ini dapat memburuk sepanjang hari dan dapat meluas ke tangan atau wajah.

Perubahan pola buang air kecil 

Penyakit Ginjal Kronis mengganggu pola buang air kecil yang normal. Orang dengan CKD sering mengeluh sering buang air kecil, terutama di malam hari. Sebagian orang mengalami berkurangnya keinginan untuk buang air kecil. Sebagian kecil mengalami kesulitan buang air kecil. Air seni mungkin tampak berbusa, berdarah, atau berwarna gelap. Perubahan ini mencerminkan gangguan kemampuan ginjal untuk menyaring dengan baik. Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil juga dapat terjadi. Melacak gejala-gejala ini dan mendiskusikannya dengan penyedia layanan kesehatan sangat penting untuk diagnosis CKD dini. 

Gatal 

Gatal dan kulit kering merupakan tanda-tanda penting dari penyakit ginjal kronis. Gatal yang parah dan terus-menerus, terutama di bagian punggung, kaki, atau lengan, dapat disebabkan oleh penyakit ginjal kronis. Ketika ginjal gagal berfungsi, fosfor dan produk limbah lainnya terakumulasi dalam darah, yang mengiritasi kulit. Hal ini menyebabkan rasa gatal, yang sering kali bertambah parah di malam hari dan dapat mengganggu tidur. Krim yang dijual bebas jarang membantu, sehingga menggaruk dapat menyebabkan infeksi. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

55 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.